Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto disebut-sebut akan maju dalam Pilpres 2024.
Rencana Prabowo Subianto maju di Pilpres 2024 mendapat tanggapan dari pakar politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno yang mengatakan bahwa Prabowo perlu mengubah strategi jika ingin maju di Pilpres dan sangat penting untuk berkolaborasi dengan kader PDIP.
Hal ini disampaikan Adi Prayitno mengingat Prabowo pernah dua kali dikalahkan oleh PDIP, salah satunya kalah melawan Presiden Joko Widodo pada pilpres sebelumnya.
“Kalah capres itu berarti kalah segala-galanya. Mulai dari strategi, tim pemenangan, dan seterusnya. Kalau Prabowo mau maju lagi mesti dievaluasi total,” kata Adi Prayitno, dikutip dari laman Detik.com, Jumat 27 Mei 2022.
Adi menyarankan agar Prabowo mencari Cawapres yang punya elektabilitas tinggi sehingga mampu mendongkrak popularitasnya dalam Pilpres.
- Hardiknas 2026, Munafri Dorong Pemerataan Pendidikan Berkualitas di Makassar
- Presiden Prabowo Subianto Serahkan Satyalancana Wira Karya ke Gubernur Sulsel
- Cek Kesehatan Gratis Tembus 70 Juta Peserta, Kemenkes Apresiasi Partisipasi Masyarakat dan Dedikasi Nakes
- Dua Guru Lutra Akhirnya Dapat Rehabilitasi dari Presiden Prabowo, Gubernur Sulsel: Alhamdulillah
- Diluncurkan Presiden Prabowo, BSI Jadi Bank Emas Syariah Pertama di Indonesia
Selain itu, pakar politik itu menyampaikan bahwa sebaiknya Prabowo tidak terlibat dalam kelompok yang memainkan isu Agama karena dapat mencederai pandangan publik kepadanya.
“Pertama, harus cari cawapres yang bisa meningkatkan elektabilitas dan bisa menarik ceruk pemilih di luar pemilih Prabowo. Waktu 2019 lalu wakil Prabowo (Sandi) berasal dari ceruk yang sama dengan Prabowo. Kedua, harus menjauh dari kelompok yang mencoba menggunakan isu agama dalam pemilu,” ujarnya.
“Terbukti di Pilpres 2019 selisih Prabowo dengan Jokowi sangat jauh hampir 10 persen di tengah isu Prabowo didukung Ijtima Ulama. Padahal 2014 lalu Prabowo kalah tipis ke Jokowi,” lanjutnya.
Adi menyampaikan jika Prabowo ingin menang, sebisa mungin untuk tidak lagi berhadapan dengan PDIP. Sebab menurutnya, PDIP sudah terbukti unggul dan mengalahkan Prabowo dua kali berturut turut.
“Ketiga, Prabowo sebisa mungkin bisa menghindari head to head dengan jagoan PDIP. Apapun judulnya, PDIP sudah teruji dan terbukti mengalahkan Prabowo dua kali,” ujarnya.
Lebih lanjut Adi mengatakan hanya PDIP yang bisa mengalahkan Prabowo hingga dua kali. Dia menyebut PDIP juga telah mampu mengorbitkan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
“Sangat perlu (berkoalisi dengan PDIP), yang terbukti bisa mengalahkan Prabowo dua kali hanya PDIP. PDIP bisa poles Jokowi jadi besar. Jokowi kan yang orbitkan PDIP,” imbuhnya.
Sebelumnya, Persatuan Purnawirawan Indonesia Raya (PPIR) Jakarta Timur menyatakan dukungan terhadap Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto untuk maju pada Pemilu 2024. Mereka mendeklarasikan Prabowo sebagai capres 2024.
Deklarasi itu dilakukan di Sentral Cawang Hotel, Jakarta, Kamis (26/5). Acara deklarasi dihadiri oleh Waketum Gerindra Habiburokhman, Kakorda Brigjen (Purn) Abdurrahman, dan Ketua DPC Gerindra Jakarta Timur, Ali Lubis.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
