#dirumahaja Menjadikan Berkebun Sebagai Kegiatan Alternatif Menguntungkan bagi Anggota KWT di Masa Pandemi Covid-19

Mahasiswa Melakukan Pendampingan pada Anggota KWT

Dengan #dirumahaja, berkebun menjadi kegiatan alternatif bagi kelompok wanita tani di tengah pandemi agar kebutuhan pangan sehari-hari tetap terpenuhi tanpa harus sering ke pasar membeli bahan pangan sayuran, sehingga dengan tidak kemana-mana dan berkebun di rumah dapat mencegah penularan wabah covid-19.

Oleh karena itu, saya mengajak kelompok wanita tani untuk memanfaatkan lahan pekarangan rumah dengan berkebun menanam sayuran. Melalui metode penyuluhan saya menyadarkan kepada kelompok wanita tani betapa banyaknya manfaat yang diperoleh dengan berkebun di lahan pekarangan rumah.

Pada anggota KWT Desa Arasoe, Kab. Bone, Kami menunjukkan beberapa video yang menggambarkan bagaimana memanfaatkan lahan pekarangan rumah untuk berkebun dengan menanam sayuran. Walaupun dengan lahan sempit, kita bisa memanfaatkan botol bekas yang di susun di dinding secara vertical, ujar Hasmegawati, mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa yang ditugaskan untuk mendampingi petani di masa pandemic Covid-19 ini. (15/05).

Anggota KWT sangat antusias, apalagi ketika saya memperlihatkan banyak video yang memanfaatkan pekarangan untuk menanam sayuran.

“Saya suka menanam tapi untuk pekarangan rumah saya hanya tanami untuk bunga-bunga tapi setelah saya melihat video yang tadi di berikan saya sangat terinspirasi karena selain bisa dimakan juga sebagai ibu rumah tangga bisa menghemat pengeluaran karena tidak lagi membeli sayur” ujar salahsatu anggota KWT.

Baca juga:

Senang rasanya bisa berbagi dengan ibu-ibu anggota Kelompok Wanita Tani (KWT), ternyata apa yang kami lakukan sebagai generasi milenial ini bisa sangat menginspirasi.

Senada dengan itu, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) Kementan Prof. Dr. Dedi Nursyamsi generasi muda atau yang saat ini bisa disebut pemuda milenial menjadi penentu kemajuan pertanian di masa depan. Estafet petani selanjutnya adalah pada pundak generasi muda, mereka mempunyai inovasi dan gagasan kreatif yang sangat bermanfaat bagi kelangsungan pertanian.

“Sebagai tindak lanjut dari arahan Bapak Presiden Joko Widodo dan Bapak Menteri Pertanian bahwa pada tahun 2019 ini pemerintah tengah fokus pada pengembangan sumber daya manusia. Karena itu, ke depan akan lebih ditingkatkan lagi untuk menciptakan SDM profesional melalui pendidikan dan pelatihan di sektor pertanian. Selain itu kemajuan teknologi dan era pertanian 4.0 menuntut kami untuk fokus pada penyiapan SDM yang siap bersaing dan menciptakan SDM profesional di sektor pertanian,” tutur Dedi.

Dedi juga menyampaikan bahwa membangun pertanian memang amat penting. Terlebih di era revolusi industri yang ke-empat ini atau biasa disebut juga Industri 4.0. Revolusi industri ini ditandai dengan penggunaan mesin-mesin otomatis yang terintegrasi dengan jaringan internet. Sektor pertanian juga perlu beradaptasi dengan teknologi 4.0 untuk menjawab tantangan ke depan. Pasalnya, pertanian tak mungkin bisa mencukupi kebutuhan penduduk yang terus bertambah tanpa teknologi. Ini juga yang jadi gagasan Bapak Presiden Jokowi.

Komentar

Rekomendasi

Kecintaannya Terhadap Anak-Anak Dorong Vanessa Menjadi Relawan bagi Pengungsi di Malaysia

Kostratani BPP Gandangbatu Sillanan Kembangkan Varietas Kopi Lokal Toraja

Gelar Aksi Sosial, IMM FISIP Bagikan Paket Ramadhan untuk Warga

Mahasiswa Polbangtan Manfaatkan Masa LFH untuk Bantu Petani Tingkatkan Kualitas Semangka

Penyuluh, Mahasiswa Polbangtan dan Petani Bantaeng Bahu-membahu untuk Percepatan Tanam

BPP Gandangbatu Sillanan Dampingi Petani Kembangkan Kopi Arabika Varietas Lokal Toraja

Mahasiswa Manfaatkan “Waktu Belajar dari Rumah” untuk Tingkatkan Produksi Jagung Petani

Agar Produktifitas Makin Baik, Kualitas Terjaga, Mahasiswa Bantu Petani Kendalikan Gulma

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar