Terkini.id, Makassar – Direktur Utama Rumah Sakit Unhas Prof Syafri Kamsul mengeluhkan personel Satgas Covid-19 Hunter yand dinilai berpotensi menularkan virus Corona ke masyarakat.
“Covid-19 Hunter ini sangat berisiko baik untuk personal Covid-19 Hunter maupun transmisi kepada warga mengingat mereka door to door masuk ke rumah-rumah warga,” kata Syafri, Senin, 12 Juli 2021.
Ia menilai pemeriksaan tensi dan pengukuran suhu tubuh dari Covid-19 Hunter menjadi berbahaya. Sebab, tidak akan ada jaga jarak. Selain itu, APD yang digunakan Covid-19 Hunter tak memadai.
Seyogyanya, kata dia, Covid-19 Hunter memakai APD dengan proteksi maksimum (Masker N95, Hazmat proteksi tertinggi).
“Namun kenyataannya mereka hanya menggunakan masker medis biasa, sangat beresiko bagi personil Covid-19 Hunter dan selanjutnya resiko pada warga yg didatangi berikutnya,” ungkapnya.
Merespons itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menyebut pernyataan Dirut RS Unhas adalah fitnah.
Pasalnya, ia tak bisa membedakan antara Covid-19 Hunter dan Detektor Covid-19.
“Baru beraninya dia kasih tau kalau itu di RS Unhas, makanya saya akan segera mengikuti maunya mereka, orang harus pake hazmat, orang harus vaksin, harus swab, kita mulai dari RS Unhas nanti,” kata Danny.
Di sisi lain Danny mengatakan masih ada beberapa kendala teknis dari detektor Covid-19. Namun hal itu sudah diperbaiki
“Sudah mi, sudah diperbaiki. Bukan, aplikasi itu sebenarnya masalah kapasitas, itu yang pertama. Kedua banyak detektor baru yang tidak terdaftar nomornya, jadi pada saat dia upload ini barang, dia memasukkan data jadi dia perlu waktu untuk mengupload dulu, sudah mi, sudah selesaimi,” ucap Danny.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
