Disinyalir Gabung Koalisi Jokowi Karena Incar Jabatan, PAN: Tidak Ada, PAN Bergabung Karena Tantangan Covid-19, Tapi Kalau Dikasih?

Disinyalir Gabung Koalisi Jokowi Karena Incar Jabatan, PAN: Tidak Ada, PAN Bergabung Karena Tantangan Covid-19, Tapi Kalau Dikasih?

R
Muh Ikhsan
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta Partai Amanat Nasional (PAN) sempat diisukan bergabung dengan koalisi pemerintahan karena mengincar posisi strategis dalam pemerintahan.

Namun, isu tersebut ditepis oleh Sekertaris Jenderal PAN, Eddy Soeparno yang mengatakan tidak pernah minta jatah menteri ke Presiden Jokowi.

Menurut Eddy, posisi menteri di kabinet sepenuhnya merupakan kewenangan presiden. PAN, kata dia, menghormati semua keputusan Presiden untuk mengganti maupun tidak jajaran menteri di kabinet.

“Tidak ada maunya PAN. PAN ini bergabung ke pemerintah karena tantangan besar yang dihadapi pemerintah dalam dimensi karena Covid-19,” ujar Eddy dilansir dari Cnnindonesia.com.

Pernyataan Eddy sekaligus merespons posisi wakil menteri yang kini disediakan Jokowi di Kementerian Sosial.

Dengan posisi itu, total kini ada delapan posisi wakil menteri yang kosong di lembaga kementerian.

Keterangan lain, menurut Ketua DPP PAN, Saleh Partaonan Daulay menegaskan, keputusan PAN bergabung dengan koalisi pemerintahan bukan untuk meminta tibal balik dari Jokowi.

Meski begitu, pihaknya mengaku akan dengan senang hati jika diminta membantu Jokowi lewat kabinet.

Saleh enggan parai dikesankan mendesak atau meminta jatah menteri ke Jokowi. Saleh menyebut, PAN akan tetap mendukung program kerja pemerintah, baik lewat luar maupun jika diminta dari dalam atau posisi eksekutif.

“Jadi kita juga enggan seakan-akan bicara reshuffle, seakan-akan kita mendesak presiden. Enggak ada. Jadi kami tenang aja, rapat tentang itu saja tidak ada,” terang Saleh.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.