Diskon Tarif Listrik Nyalakan Daya Beli Masyarakat di Daerah dan Bantu Pemulihan Ekonomi

Diskon Tarif Listrik Nyalakan Daya Beli Masyarakat di Daerah dan Bantu Pemulihan Ekonomi

HZ
Hasbi Zainuddin

Penulis

Terkini, Makassar – Diskon listrik dari PLN pada 2025 terbukti sukses menstabilkan ekonomi yang sempat bergejolak saat memasuki awal tahun. Langkah ini berlanjut dengan komitmen menjaga harga listrik tetap terjangkau hingga akhir tahun. Langkah ini mendapat apresiasi besar dari banyak kalangan, seiring dengan kondisi ekonomi yang berangsur pulih dan kembali stabil.

Sepanjang tahun berjalan 2025, dinamika ekonomi dirasakan cukup kencang. Pemerintah melakukan efisiensi besar-besaran melalui Instruksi Presiden Nomor 1 tahun 2025. Tujuannya adalah mendongkrak daya beli masyarakat yang sedang lesu, dan mendukung pertumbuhan.

Di sisi lain, pada awal tahun itu, negara juga menghadapi ancaman inflasi rutin yang selalu tinggi setiap menjelang hajatan besar umat Muslim, yakni Ramadan dan Idul Fitri. Biasanya, inflasi akan tinggi ketika menjelang hari besar keagamaan tersebut. Tapi pada Februari 2025 awal tahun itu, sejumlah daerah malah mengalami deflasi. Artinya, secara kumulatif, harga-harga cenderung turun. Sungguh hal yang tidak biasa.

Penyebab penurunan harga itu rupanya dilakukan dengan cara-cara yang tidak biasa juga oleh pemerintah. Melalui PLN, negara memberi diskon fantastis tarif listrik. Ya, masyarakat cuma membayar separuh dari tarif yang harus mereka bayar, selama Januari-Februari. Dampaknya pun sangat besar bagi sekitar 81 juta rumah tangga pelanggan PLN kategori 450 VA, 900 VA, 1.300 VA dan 2.200 VA -pelanggan PLN yang berhak menerima diskon.

Sakinah Sudin (36 tahun), seorang pegawai swasta di Kota Makassar, mengungkapan rasa syukurnya atas diskon awal tahun tersebut. Menurut dia, awal tahun 2025 adalah momen yang cukup was-was baginya. Kantor tempatnya bekerja selama ini banyak mendapat pemasukan dari hasil kontrak kerja sama dengan pemerintah. Sementara, kebijakan efisiensi membuat kontrak-kontrak itu ditangguhkan, bahkan disetop.

Baca Juga

Bisa dibayangkan, nilai pemangkasan negara di sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk transfer dana ke daerah-daerah, mencapai hingga Rp306 triliun. Berdampak pada sejumlah rekanan, dan sektor-sektor swasta yang selama ini mengandalkan anggaran pemerintah.

Dampaknya, pegawai swasta seperti Sakinah harus berhemat. “Beruntung, ada diskon listrik. Banyak yang tidak percaya, tapi pas saya coba beli, ternyata betul. Diskonnya sampai 50 persen,” ungkapnya.

Sepanjang Januari-Februari 2025 lalu, Sakinah yang merupakan pelanggan listrik kategori 900 VA prabayar itu, membeli listrik beberapa kali, yang totalnya mencapai Rp850 ribu. Meteran listriknya pun bisa ‘hening’ tidak berbunyi ‘tit…tit…tit’ dalam jangka waktu sekitar 6 bulan.

“Dengan nilai Rp850 ribu itu, berarti rata-rata per bulan Rp141 ribu. Seharusnya, saya bayar sekitar Rp1,7 juta. Saat masuk bulan Juli, pembayaran listrik saya sudah normal, sekitar Rp300 ribu per bulan,” ungkapnya.

Bisa dihitung-hitung, jika Sakinah bersama 81 juta pelanggan rumah tangga penerima diskon listrik ini dirata-ratakan membayar tagihan Rp189.258 per bulan (berdasarkan data laporan kinerja ditjen ketenagalistrikan Kementerian ESDM 2024), maka dengan diskon 50 persen itu, nilai ekonomi yang bisa didapatkan pengguna berkisar Rp7,7 triliun. Dua bulan periode diskon, maka berarti di kisaran Rp15 triliun nilai ekonomi yang tercipta.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.