Terkini, Bulukumba — Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Bulukumba bersama Tim Riset Ciputra Makassar memperkuat kolaborasi dalam merumuskan strategi pengembangan pariwisata berkelanjutan yang mampu meningkatkan daya saing daerah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan yang berlangsung di Gedung Pinisi, Kabupaten Bulukumba, Selasa (30/6/2026).
Forum tersebut menjadi ruang diskusi strategis untuk mengidentifikasi potensi, tantangan, serta arah pengembangan sektor pariwisata melalui pendekatan green leadership, green human capital, dan green innovation.
Kepala Disparpora Bulukumba, Hamrina A. Muri, mengatakan Bulukumba memiliki modal besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata unggulan.
Selain dikenal sebagai Butta Panrita Lopi, daerah ini juga memiliki berbagai potensi wisata bahari, budaya maritim, ekonomi kreatif, kuliner khas, hingga UMKM yang dapat menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
- Cobig Tour Bantah Pernyataan Garuda Indonesia, Tegaskan Visa 361 Jamaah Umrah Sudah Terbit
- Wawali Makassar Aliyah Mustika Ilham Apresiasi Dedikasi Polri di Hari Bhayangkara ke-80
- Hut Bhayangkara Ke-80, Polres Jeneponto Bagikan Bantuan, Waujudkan Kepolisian Hadir Di Hati Rakyat
- Booth Kota Makassar di Event APEKSI 2026 Tampilkan Pinisi, AI, UMKM dan Inovasi Daur Ulang
- Wabup Gowa Hadiri Hari Bhayangkara ke-80, Perkuat Sinergi Pemkab dan Polri
“Bulukumba memiliki potensi yang menjadi kekuatan daerah, mulai dari wisata bahari, budaya Pinisi, hingga kreativitas masyarakat. Tantangannya adalah bagaimana potensi tersebut dapat dikembangkan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama,” ujarnya.
Menurut Hamrina, keberhasilan pembangunan sektor pariwisata tidak hanya bergantung pada pengembangan destinasi, tetapi juga peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Sebagai Ketua PGRI, saya melihat pembangunan pariwisata juga membutuhkan penguatan pengetahuan dan kapasitas generasi muda. SDM yang unggul akan menjadi penggerak utama dalam menciptakan inovasi dan pelayanan wisata yang berkualitas,” katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Tim Riset Ciputra Makassar menggali berbagai aspek strategis, mulai dari tata kelola destinasi, kepemimpinan daerah, penguatan kapasitas masyarakat, inovasi pariwisata, keberlanjutan lingkungan, hingga pola kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, dan masyarakat.
Akademisi Ciputra Makassar, Dr. Mustika Kusuma Basir, S.Psi., M.M., CPS., CHCM., CODP., menilai kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam membangun destinasi wisata yang kompetitif dan berkelanjutan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
