Said Didu Sebut Indonesia Serahkan Tambang ke Cina, Ferdinand Sindir: Gelar Doktor Tapi Nalarnya Payah

Said Didu Sebut Indonesia Serahkan Tambang ke Cina, Ferdinand Sindir: Gelar Doktor Tapi Nalarnya Payah

R
Resty

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Ferdinand Hutahaean menanggapi pernyataan Mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu bahwa Pemerintah Indonesia menyerahkan berbagai jenis tambang ke Cina.

Mantan politisi Partai Demokrat itu menyindir bahwa nalar Said Didu payah, padahal memiliki gelar doktor.

Hal itu dilontarkan Ferdinand sebab Said Didu juga menyinggung latar belakang pendidikannya ketika beradu argumen.

Adapun perdebatan keduanya berawal dari cuitan Said Didu yang dianggap mengandung informasi tidak benar oleh Ferdinand. 

“Saat membeli freeport klean tepuk tangan. Saat serahkan berbagai jenis tambang di berbagai daerah ke Cina klean juga tepuk tangan. Klean masih waras?” kata Said Didu melalui akun Twitter-nya pada Jumat, 21 Mei 2021.

Baca Juga

Ferdinand lalu menantang Said Didu untuk menunjukkan data terkait pernyatannya soal tambang yang diserahkan kepada Cina.

Said Didu membalas bahwa orang dengan latar belakang pendidikan jelas seharusnya tahu cara mencari data.

“Kalau orang yang sekolahnya jelas pasti bisa cari data. Dari google aja ada, kok,” kata Said Didu.

Ia lantas meminta Ferdinand Hutahaean untuk mencari informasi soal tambang yang dilakukan di beberapa daerah di Indonesia.

“Silakan cari tambang nikel di Sulawesi, Bouksit di Kalimantan, Nikel dan Emas di Maluku. Itulah tambang-tambang yang ‘diberikan’ ke China,” katanya.

Said Didu juga menambahkan sindiran bahwa jika informasi itu belum jelas, Ferdinand dapat bertanya kepada Guru Sekolah Menengah Atas (SMA).

“Kalau belum jelas, tanya guru SMA-nya (kalau ada),” singgungnya.

Olokan soal pendidikan itu lantas dibalas pula dengan sindiran yang sama oleh Ferdinand Hutahaean.

Menurut Ferdinand, ia yang lulusan SMA memiliki kemampuan bernalar yang lebih baik daripada Said Didu yang bergelar doktor.

“Membedakan antara menyerahkan dan bekerjasama saja kau tak mampu tapi kebanyakan omong. Gelar doktor tapi nalarnya payah. Hadeh! Masih lebih baik saya ngga lulus SMA nalarnya,” katanya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.