Jend Dudung Akan Berlakukan Seperti Zaman Soeharto, Said Didu: Apakah Akan Ada Lagi Penembak Misterius?

Terkini.id, Jakarta – Mantan Sekretaris Menteri BUMN, Muhammad Said Didu menanggapi soal Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) baru, Jenderal Dudung Abdurrachman yang menyebut akan memberlakukan seperti zaman Presiden ke-2, Soeharto.

Said Didu mempertanyakan apakah itu berarti nanti akan ada penembak misterius atau petrus seperti di zaman Soeharto.

“Apakah akan ada lagi penembak misterius (petrus)?” katanya.

Baca Juga: Pengamat Sebut Gibran Tidur Saja Pasti Menang Pilgub Jateng, Said...

Bersama cuitannya, Said Didu juga membagikan cuitan lain dari jurnalis senior, Farid Gaban soal pidato Jend Dudung.

“Akhirnya, kini resmi sudah kembali ke Orde Baru,” kata Farid Gaban.

Baca Juga: Didesak Tutup Permanen Hotman Paris Sebut 2.850 Karyawan Holywings Beragama...

Sebelumnya, Jenderal TNI Dudung Abdurachman menanggapi soal gerakan radikalisme yang muncul di Indonesia.

Jend Dudung mengatakan bahwa sebagai upaya mencegah adanya gerakan radikalisme, ia akan memerintahkan seluruh prajurit TNI AD turun tangan.

“Saya akan perintahkan seluruh prajurit peka terhadap perkembangan situasi menyangkut ekstrem kiri dan kanan,” katanya pada Senin, 22 November 2021, dilansir dari Kompas.

Baca Juga: Didesak Tutup Permanen Hotman Paris Sebut 2.850 Karyawan Holywings Beragama...

Jenderal Dudung meminta prajurit untuk utamanya peka terhadap situasi menyangkut kelompok-kelompok yang mencoba melakukan tindakan radikalisme.

“Saya bilang, kalau ada informasi-informasi, saya akan berlakukan seperti zaman Pak Soeharto dulu. Para babinsa itu harus tahu, jarum jatuh pun dia harus tahu,” ujarnya.

Jend Dudung juga mengarahkan untuk segera mengambil tindakan kalau ada organisasi yang mencoba mengganggu persatuan dan kesatuan Indonesia.

Selain itu, ia juga meminta TNI segera berkoordinasi dengan pihak kepolisian jika menemukan kelompok-kelompok yang hendak mengganggu tersebut.

“Segera berkoordinasi dengan kepolisian untuk dilakukan tindakan-tindakan yang tegas. Itu merupakan bagian dari Tujuh Perintah Harian KSAD,” tutur Jend Dudung.

Bagikan