Terkini.id, Jakarta – Munarman diduga terdoktrin usai membaca buku-buku jihad sebagaimana yang banyak ditemukan di kediamannya pada Selasa lalu, 27 April 2021.
Ya, seperti diketahui, sejumlah buku seruan jihad menjadi barang bukti dalam penggeledahan di rumah Munarman.
Hal itu kontan menimbulkan pertanyaan, apakah buku jihad tersebut yang kemudian ikut mendoktrin Munarman?
Adapun pertanyaan tersebut disampaikan oleh Ketua Cyber Indonesia, yakni Husin Alwi alias Husin Shihab.
Kendati tidak ingin berasumsi, akan terapi Husin menyoroti fakta terkait penemuan buku-buku jihad itu.
- Rizal Afif Ngaku Dibayar Rp7 Juta demi Membela Munarman, Kini Tak Diakui Habib Bahar sebagai Murid
- Terbukti Bukan Teroris! Munarman Tetap Divonis Penjara, Warganet Bandingkan Dengan Luhut: Apa Aparat Berani Tangkap?
- Protes Vonis 10 Tahun M Kace, DS: Munarman yang Jelas-Jelas Provokasi Orang untuk Bom Bunuh Diri Divonis Cuma 3 Tahun
- Denny Siregar: Si Kace Divonis 10 Tahun, Munarman Jelas-Jelas Provokasi Cuman 3 Tahun, Pak Hakim!
- Mantan Sekretaris Umum FPI Diganjar Hukuman 3 Tahun Penjara Dalam Kasus Tindak Pidana Terorisme
“Lihat fakta saja bahwa ada buku-buku seruan jihad segala macam,” ujarnya dalam diskusi daring pada hari Minggu ini, 2 Mei 2021, dikutip dari Suara.com, jaringan terkini.id.
“Apakah itu mengarah betul-betul dari situ akhirnya Munarman terdoktrin, dari buku-buku itu, entah gimana,” sambungnya.
Pandangan Munarman kemungkinan terdoktrin usai membaca buku jihad didasarkan pada temuan buku yang jumlahnya tidak sedikit.
“Faktanya, ditemukan waktu penggeledahan rumah itu memang betul ada buku-buku juga mengenai semangat jihad di rumah Munarman. Iya, penggeledahan kemarin di sana itu gak sedikit bukunya gitu,” paparnya lagi.
Sebelumnya, tim Densus 88 Antiteror Polri memang mengamankan sejumlah barang saat melakukan penangkapan terhadap Munarman di kediamannya di Pamulang, Kota Tangerang Selatan (Tangsel).
Barang-barang yang diamankan mulai dari buku, ponsel, hingga flashdisk. Hal itu juga dibeberkan langsung oleh ketua RT setempat, Kiekid Wirawandika.
Kiekid mengungkapkan bahwa dari penggeledahan yang ia saksikan, tim Densus 88 tampak mengamankan puluhan barang bukti dari kediaman Munarman.
“Ada buku-buku, ada banyak buku-buku keagamaan. Ada handphone, ada flashdisk. Kurang lebih ada 60-70 item lah yang dibawa,” terang Kiekid kepada awak media pada Selasa lalu.
Namun, ia memastikan bahwa dalam penggeledahan itu, tak ada atribut FPI maupun bahan peledak yang ditemukan di rumah Munarman.
“Atribut (FPI) enggak ada, cuma buku-buku. Bahan peledak juga enggak ada.”
Kiekid menambahkan, dirinya bahkan sempat terkejut tatkala menanyakan alasan penangkapan Munarman oleh Densus 88.
“Petugas dari Polda datang ke rumah minta izin ada penangkapan mister M. Saya sempat tanya terkait alasan penangkapannya, katanya terkait terorisme,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
