Ditetapkan Sebagai Tersangka, Nurdin Abdullah Sempat Membantah: Sama Sekali Tidak Tahu, Demi Allah

Terkini.id, Jakarta – Nurdin Abdullah, Gubernur Sulawesi Selatan ditetapkan KPK sebagai tersangka tindak pidana korupsi.

Nurdin mengaku ikhlas dan siap menjalani proses hukum di KPK nanti.

Hal itu diungkapkan oleh Nurdin setelah menjalani proses pemeriksaan secara intensif pasca-terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Gedung Merah Putih KPK.

Baca Juga: KPK Ungkap Ada 1.550 Koruptor: Tapi Masih Ada 262 Juta...

“Saya ikhlas menjalani proses hukum, karena memang kemarin itu tidak tahu apa-apa kita, ternyata si Edy itu melakukan transaksi tanpa sepengetahuan saya,” ujar Nurdin, Minggu 28 Februari 2021, dikutip dari Okezone.

Setelah itu, ia juga tidak tahu menahu soal transaksi yang dilakukan oleh Sekdis PUPT Sulsel, Edy Rahmat (ER).

Baca Juga: Waduh! Ada Pegawai BUMN Dipanggil KPK Terkait Kasus Suap Nurdin...

Nurdin saat itu bahkan bersumpah atas nama Tuhan, dirinya tidak mengetahui segala transaksi atau uang-uang yang diduga diterima Edy Rahmat dari para kontraktor. Walaupun demikian, ia tetap meminta maaf kepada warga Sulawesi Selatan atas kasusnya.

“Sama sekali tidak tahu. Demi Allah, Demi Allah. (Pesan untuk masyarakat Sulsel) ya saya mohon maaf,” bantah Nurdin.

Diketahui bahwa KPK menetapkan Nurdin Abdullah sebagai tersangka atas kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengadaan barang dan jasa, perizinan serta pembangunan infrastruktur di Sulawesi Selatan tahun anggaran 2020-2021. 

Baca Juga: KPK Geledah Kediaman Bos PT PKN Makassar, Berkaitan Kasus Nurdin...

Tak hanya Nurdin, ada dua orang lain yang ditetapkan sebagai tersangka. Keduanya yakni, Sekretaris Dinas (Sekdis) PUPR Sulawesi Selatan, Edy Rahmat (ER), selaku pihak yang diduga sebagai perantara suap.

Satunya lagi adalah orang kepercayaan Nurdin Abdullah dan seorang kontraktor, Agung Sucipto (AS) selaku pemberi suap.

1 2
Selanjutnya
Sponsored by adnow
Bagikan