Terkini.id, Jakarta – Bos Microsoft, Bill Gates mengungkapkan, obat-obatan dan vaksin untuk mengobati Virus Corona COVID-19 harus digunakan sesuai kebutuhan.
Pernyataan ini sekaligus untuk mengklarifikasi isu yang beredar bahwa salah satu orang terkaya dunia tersebut cari untung dari jualan vaksin covid-19.
Kata dia, vaksin maupun obat-obat anticovid-19 bukan cuma untuk para orang kaya atau penawar tertinggi.
“Jika hanya memberikannya ke penawar tertinggi daripada ke yang membutuhkan, kita akan merasakan pandemi ini lebih lama lagi. Menjadi tidak adil dan lebih mematikan,” terang Gates dikutip dari situs The Verge, Selasa, 14 Juli 2020.
Gates dengan tegas mengungkapkan, dunia butuh pemimpin yang bisa mengambil keputusan saat situasi genting, bukan hanya melihat pada faktor-faktor di pasar.
- Lima Korban KM Nurul Salsa Ditemukan Selamat Setelah Bertahan di Rompong Nelayan, Basarnas Lakukan Evakuasi
- Bahlil Tegaskan Ilham Arif Sirajuddin Layak Pimpin Golkar Sulsel
- Rumah Lansia di Jeneponto Ludes Terbakar, Korban Alami Luka Bakar
- PT Vale Raih Penghargaan Green and Smart Port Initiatives ASRI 2026 Berkat Penerapan Pelabuhan Ramah Lingkungan-Berbasis Digital
- PLN Kembali Hadirkan Diskon Tambah Daya 50 Persen, demi Semangat Belajar dan Usaha Keluarga
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan, saat ini ada 21 kandidat vaksin yang tengah diuji pada sukarelawan manusia.
Bill and Melinda Gates Foundation sendiri telah menjanjikan donasi dengan total US$250 juta atau Rp3,6 triliun untuk penelitian virus corona demi mendukung pengembangan diagnosa, terapi dan vaksin serta membantu mengurangi dampak sosial dan ekonomi.
Selama ini, aksi Bill Gates yang selalu vokal bicara mengenai masalah membuatnya dituduh sebagai dalang pembuat obat COVID-19 untuk menghasilkan keuntungan dari vaksin yang diciptakan.
Gates dituduh membuat COVID-19 untuk menghasilkan uang dan menyisihkan umat manusia atau melakukan pengawasan global. Berita bohong atau hoax ini terus membanjiri media sosial hingga YouTube.
Pada 2015, suami dari Melinda Gates itu telah memperingatkan adanya penyakit menular yang mengancam manusia bukan perang nuklir. Kelompok teori konspirasi mengklaim video itu adalah bukti rencana Gates menciptakan pandemi untuk keuntungan pribadi.
“Sangat menyedihkan bahwa ada orang yang menyebarkan informasi yang salah ketika kita semua harus mencari cara untuk berkolaborasi dan selamatkan nyawa,” ujar CEO Bill and Melinda Gates Foundation, Mark Suzman.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
