Dituding Ambil Untung dari Jualan Vaksin, Bill Gates: Orang Kaya Bukan Prioritas

Virus Corona atau Coronavirus tengah menjadi salah satu wabah mematikan di seluruh dunia. Menariknya, virus yang juga dinamakan “2019-nCoV” ini rupanya pernah diperingatkan Bill Gates. Pendiri Microsoft ini pernah memperingatkan, wabah virus mematikan ini merupakan satu dari tiga ancaman terbesar untuk manusia. / Istimewa

Terkini.id, Jakarta – Bos Microsoft, Bill Gates mengungkapkan, obat-obatan dan vaksin untuk mengobati Virus Corona COVID-19 harus digunakan sesuai kebutuhan.

Pernyataan ini sekaligus untuk mengklarifikasi isu yang beredar bahwa salah satu orang terkaya dunia tersebut cari untung dari jualan vaksin covid-19.

Kata dia, vaksin maupun obat-obat anticovid-19 bukan cuma untuk para orang kaya atau penawar tertinggi.

“Jika hanya memberikannya ke penawar tertinggi daripada ke yang membutuhkan, kita akan merasakan pandemi ini lebih lama lagi. Menjadi tidak adil dan lebih mematikan,” terang Gates dikutip dari situs The Verge, Selasa, 14 Juli 2020.

Gates dengan tegas mengungkapkan, dunia butuh pemimpin yang bisa mengambil keputusan saat situasi genting, bukan hanya melihat pada faktor-faktor di pasar. 

Menarik untuk Anda:

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyampaikan, saat ini ada 21 kandidat vaksin yang tengah diuji pada sukarelawan manusia.

Bill and Melinda Gates Foundation sendiri telah menjanjikan donasi dengan total US$250 juta atau Rp3,6 triliun untuk penelitian virus corona demi mendukung pengembangan diagnosa, terapi dan vaksin serta membantu mengurangi dampak sosial dan ekonomi.

Selama ini, aksi Bill Gates yang selalu vokal bicara mengenai masalah membuatnya dituduh sebagai dalang pembuat obat COVID-19 untuk menghasilkan keuntungan dari vaksin yang diciptakan.

Gates dituduh membuat COVID-19 untuk menghasilkan uang dan menyisihkan umat manusia atau melakukan pengawasan global. Berita bohong atau hoax ini terus membanjiri media sosial hingga YouTube.

Pada 2015, suami dari Melinda Gates itu telah memperingatkan adanya penyakit menular yang mengancam manusia bukan perang nuklir. Kelompok teori konspirasi mengklaim video itu adalah bukti rencana Gates menciptakan pandemi untuk keuntungan pribadi.

“Sangat menyedihkan bahwa ada orang yang menyebarkan informasi yang salah ketika kita semua harus mencari cara untuk berkolaborasi dan selamatkan nyawa,” ujar CEO Bill and Melinda Gates Foundation, Mark Suzman.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Riset: Biarpun Sudah Sembuh, Eks Pasien Covid-19 Mengalami Gangguan Pendengaran

Isu Konspirasi Israel di Balik Ledakan Beirut Beredar Luas, Militer Lebanon Tahan 16 Staf Pelabuhan

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar