Dituduh Melindungi Pelaku Kekerasan Seksual, Farid Gaban: Saya Harus Mengakui Kesalahan…

Dituduh Melindungi Pelaku Kekerasan Seksual, Farid Gaban: Saya Harus Mengakui Kesalahan…

R
Merry Lestari
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Seorang jurnalis wanita, Irine Wardhanie baru-baru ini mengungkap kasus pelecehan seksual yang dialaminya enam tahun lalu di kantor Geotimes. 

Dalam pengakuannya itu, Irine menyeret nama Farid Gaban yang merupakan salah satu anggota ‘Ekspedisi Indonesia Baru 2022’, sebagai pelindung pelaku kekerasan seksual yang dialaminya itu. 

Menanggapi tuduhan itu, Farid Gaban pun buka melalui cuitan di akun Twitternya, @faridgaban. 

“Saya harus mengakui kesalahan: saya tidak menuntaskan kasus Irine secara tuntas. Posisi kini, mau percaya “kata Irine” atau “kata saya”. Saya mempersilakan Irine Wardhanie memilih tim independen yg bisa memverifikasi kembali kasus ini. Saya akan menerima konsekuensi dr hasilnya,” tulis Farid Gaban. 
Farid juga membantah telah mengancam akan menghancurkan karir mantan wartawannya itu. 

“Soal saya disebut “mengancam Irine akan menghancurkan karirnya”, saya bersumpah: tidak pernah mengatakan itu,” katanya. 

Baca Juga

Ia juga membantah pernah bertemu dengan tim/delegasi dari AJI/LBH Pers. 

“Tidak pernah tahu kedatangan mereka dan tidak diberitahu. Bagaimana bisa saya mengusir? Saya bersedia diperiksa untuk kesaksian krusial ini. Saya bersedia dites poligraph,” katanya. 

Bahkan soal percobaan perkosaan Irine, Farid membuat catatan sebagai berikut:
1. Saya menerima laporan adanya percobaan perkosaan yang menimpa Irine; 
2. Saya mendengar kesaksian berbeda dari tertuduh; 
3. Saya meminta pihak independen untuk memverifikasi dua kesaksian berbeda;
4. Tim independen diusulkan oleh pihak Irine dan dia setuju: YAYASAN PULIH.  

“Saya mengatakan siap menerima rekomendasi tim independen. Kalau PULIH mengkonfirmasi tuduhan Irine, saya tidak hanya akan memecat tertuduh, tapi mendukung Irine melaporkannya ke polisi,” kata dia. 

Pada poin kelima, Farid mengaku kalau sampai hari ini, enam tahun kemudian, dia tidak pernah menerima rekomendasi dari YAYASAN PULIH. 

Diketahui sebelumnya, Irine mengungkap kisah kelamnya itu melalui cuitan akun Twitter-nya, beberapa waktu lalu.

“orang yang disanjung karena terkenal dengan ‘karya’ militannya pernah jadi pelindung pelaku kekerasan seksual 6 tahun lalu. sekarang bikin program yang terlihat indah dan progresif, tapi ternyata eksploitatif,” tulis Iren dalam cuitan Twitter pribadinya @irenzzz, Minggu 30 Januari 2022.

Dalam cuitan itu, Irine juga memaparkan bahwa pelakunya adalah manager distribusi media itu sendiri, yang bernama Zahari. 

Ia dilecehkan bukan saja secara verbal, tapi juga fisik, karena Zahari memegang tubuhnya, meremas pantatnya, dan bahkan ingin memperkosanya di kantor, kala siang bolong. 

Selain mengaku tak ada yang menolong meski dia berteriak-teriak setiap kali Zahari melancarkan aksi bejatnya, Irine juga tidak mendapat respon yang sesuai ketika melaporkan pelecehan itu kepada atasan-atasannya.

Irine menyebut, pertama kali ia melapor kepada atasannya yang bernama Hertasning Ichlas, tetapi oleh bosnya itu dia malah diminta agar lanjut bekerja. 

Namun, karena kesal, Irine tidak mematuhi perintah itu dan memutuskan pulang tanpa seizin bosnya itu. 

Kemudian Irine melapor lagu, kali ini kepada Farid Gaban, Pemred Geotimes. 

Farid kemudian memanggil saksi-saksi, akan tetapi kemudian ia mengatakan bahwa kasus ini akan diselesaikan oleh managing editor Surya Kusuma.  

“Ketika saya tanya sanksi apa yang akan diberikan (kepada Zahari), saya justru disuruh jangan motong rejeki orang. SAYA DILECEHKAN DAN HAMPIR DIPERKOSA DI KANTOR DAN SAYA DISURUH TERIMA GITU AJA,” ungkap Irine. 

Wartawati ini akhirnya mengadukan kasusnya kepada pengurus Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Indonesia, dan kemudian didisposisi ke AJI Jakarta. 

Oleh AJI Jakarta, Irine didampingi untuk melaporkan kasusnya ke LBH Pers Jakarta. 

“Strategi awalnya adalah kami datangi kantor Geotimes untuk mediasi, tapi apa yang terjadi? Yang terhormat Pemred saya Farid Gaban mengusir pendamping saya dari AJI Jakarta dan LBH Pers Jakarta, dan berteriak jika kasus ini saya lanjutkan, dia akan hancurkan karir saya,” imbuh Irine.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.