Diusir oleh Guru, Ketua TRC-PPA Kaltim: Dia Dilempar Kertas dan Buku Saat Diusir dari Kelas oleh Gurunya

Diusir oleh Guru, Ketua TRC-PPA Kaltim: Dia Dilempar Kertas dan Buku Saat Diusir dari Kelas oleh Gurunya

R
Fahri Setiadi
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Diusir oleh gurunya, seorang siswi SD 002 Samarinda tidak mengikuti pembelajaran daring serta Pembelajaran Tatap Muka (PTM) karena tak memiliki HP dan seragam sekolah. Kata Ketua TRC-PPA Kaltim: dia dilempar kertas dan buku saat diusir dari kelas oleh gurunya, Sabtu 4 Juni 2022.

Siswi yang berinisial MF (10) tersebut harus meninggalkan kelas lantaran Ia diusir oleh gurunya, dan mirisnya lagi, MF mendapat tindak pembullyan dari teman kelasnya.

“Saat ingin ikut ujian, anak ini disuruh pulang oleh gurunya dengan nada tidak enak, karena anak ini tidak ikut pembelajaran selama setahun,” ucap Ketua TRC-PPA Kaltim, Rina Zainun Jumat 3 Juni 2022, seperti yang dikutip dari detiksulsel.

Diketahui bahwa MF yang diusir oleh gurunya, ditemukan sedang menangis oleh seorang relawan, Selasa 28 Mei 2022.

“Selain diusir, anak ini juga mendapat tindak bully dari teman kelas. Dia dilempar kertas dan buku saat diusir dari kelas oleh gurunya,” ungkap Ketua TRC-PPA Kaltim.

MF dirawat oleh tantenya, Ia merupakan anak yatim sejak umur tiga tahun. Ibunya telah meninggal dan bapaknya sendiri saat ini mendekam di penjara.

“Anak ini dirawat oleh tantenya, dan keluarganya orang tidak mampu, tidak bisa membelikan handphone dan seragam untuk mengikuti pembelajaran sekolah,” jelasnya Rina Zainun.

Tim TRC-PPA Kaltim sudah melakukan mediasi ke sekolah dan bersama wali MF, Ia kemudian mendatangi sekolah MF dan menanyakan perihal permasalahan MF. Alhasil, guru MF mengakui kesalahannya dan memohon maaf, Kamis 2 Juni 2022.

“Iya kita sudah mediasi ke sekolah, soal siswi ini sudah ada titik temu dan guru yang bersangkutan sudah mengakuinya. Tapi usai mediasi sempat ada keributan, seorang guru mempermasalahkan adanya kami sebagai anggota relawan dan sejumlah wartawan,” ujar Rina Zainun.

“Guru yang bersangkutan juga sudah meminta maaf, tapi di sini yang kita permasalahan pihak sekolah tidak melakukan konfirmasi kepada muridnya yang tidak hadir ikut pembelajaran, hanya menanyakan melalui teman kelas melalui pesan WhatsApp, tanpa datang sendiri ke rumah adik kita ini,” lanjut Rina.

“Ke depan kita mau mencarikan sekolah lain untuk adik kita ini, karena saat ini keadaannya masih trauma usai mendapatkan perlakuan oleh guru dan teman-temannya,” tambahnya.

Sedangkan menurut Kadisdik Kota Samarinda Asli Nuryadin mengucapkan bahwa Ia telah memanggil kepala sekolah dan guru-guru MF.

“Saya sudah memanggil kepala sekolah dan guru-guru, dan telah mendengarkan cerita mereka, artinya kita mengoreksi diri, dan tidak ada salahnya kita minta maaf,” sebutnya.

“Saya sendiri sudah mendengar kondisi anak ini, dengan kondisi ini sudah seharusnya kita urus, dan tidak menghambat proses belajarnya, dan kami siap memfasilitasi seperti semula,” tambahnya.

“Saya sendiri sebagai kepala dinas kalau menjadi guru melakukan salah atau khilaf, ya minta maaf lah, dan jangan emosional menghadapi murid-muridnya,” bebernya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.