Diusir Tim Appi-Rahman, Eep PolMark: Kami yang Mundur dan Kembalikan Dana

Meme yang beredar terkait survei elektabilitas Appi-Rahman dengan menggunakan narasi berdasarkan hasil survei PolMark

Terkini.id, Makassar – CEO PolMark Indonesia, Eep Saefulloh Fatah akhirnya memberikan penjelasan terkait kabar timnya dipecat sebagai konsultan pasangan Appi-Rahman dalam Pilkada Kota Makassar.

Seperti diketahui, CEO PolMark Indonesia dikabarkan dipecat dari konsultan kandidat Pilwalkot Makassar Appi-Rahman karena menyangkal meme buatan tim Appi-Rahman bahwa itu bukan buatan PolMark.

Lewat keterangan tertulis, Eep Saefullah menjelaskan bahwa dirinya tidak dipecat dari tim Appi-Rahman. Hal itu lantaran posisinya bukan bagian dari tim Appi-Rahman. Sehingga, bahasanya lebih tepat putus kerja sama.

“Tidak ada pemecatan. Kontrak kerja sama Pendampingan-Terbatas antara pihak kami dan EA (Erwin Aksa, ketua tim sukses Appi-Rahman) memosisikan Para Pihak di dalamnya dalam hubungan kemitraan yang sejajar.

Kontrak ini tak menjadikan saya dan keluarga besar PolMark Indonesia sebagai bawahan pihak lain. Karena itu, pemecatan dari satu pihak ke pihak lainnya tak dimungkinkan untuk terjadi.

Menarik untuk Anda:

Secara spesifik, kontrak kerja sama antara kami dan
EA tidak menempatkan saya sebagai pegawainya EA dan karena itu EA tidak ada dalam posisi untuk bisa memecat saya,” terangnya.

Inisiatif Kembalikan Dana

“Saya lah yang justru sudah lebih dulu berinisiatif untuk mengundurkan diri dari kerja sama pendampingan Appi-Rahman dan sudah meminta EA membicarakannya secara tuntas/layak.

Yang mungkin untuk dilakukan memang pengakhiran kerja sama berdasarkan klausul-klausul yang tertera di dalam kontrak.

Berkaitan dengan ini, faktanya, pada pagi hari Senin 14 September 2020 saya lah yang justru menyatakan akan mengundurkan diri dari pendampingan di Kota Makassar dan akan mengembalikan dana kerja sama.

EA sendiri sudah menerima dengan baik dan terbuka rencana pengunduran diri saya itu dan bersedia membahasnya secara tuntas dalam pertemuan yang waktunya telah kami sepakati bersama, Selasa, 15 September pukul 10.00 pagi.

Tidak Ada Pengusiran dari Makassar

Dia juga menegaskan, bahwa tidak mungkin ada pengusiran dan memang tidak pernah terjadi.

“EA dan Tim Pemenangan Appi-Rahman tahu persis bahwa mereka tidak memiliki hak hukum apapun untuk mengusir seorang atau sekelompok warga negara yang baik untuk keluar dari suatu tempat yang bukan miliknya,” kata dia.

Kota Makassar adalah bagian dari wilayah hukum Republik Indonesia yang di dalamnya setiap warga negara yang taat hukum dapat masuk atau keluar sesuai kehendaknya.

“Kota Makassar bagi kami bukanlah wilayah negara asing yang untuk berada di dalamnya kami perlu memiliki visa dan tanpa itu kami dapat diusir keluar. Kota Makassar juga bukan sebuah pekarangan rumah seseorang yang di sana orang lain dapat diusir keluar karena masuk tanpa izin pemiliknya,” terangnya lagi.

Selengkapnya, berikut klarifikasi CEO Polmark:

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Kuasai Tema, Anir-Lutfi Diprediksi Unggul di Debat Kandidat Perdana

Debat Kandidat Perdana, Anir-Lutfi Siap Jabarkan Program Rp10 Juta Per KK

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar