“Ini pasien baru, bukan pasien lama. Jadi dalam seminggu, paling tidak ada 10 penderita baru,” jelasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan, dr. Hj. Rosmini Pandin, MARS ikut menjelaskan pentingnya penanganan kanker serviks karena masih rendahnya cakupan pemeriksaan kanker serviks.
“Baru 45 persen Puskesmas di Sulsel yang mendeteksi dini kanker ini, harusnya 10 persen,” jelas dia.
Di sisi lain, lebih dari 90 persen kanker serviks itu akibat faktor lingkungan, selebihnya karena gen dan kebiasaan tidak sehat seperti merokok.
Biofarma Perkenalkan Alat Pendeteksi Kanker Serviks
Dalam kesmepatan tersebut, Head of Domestic Marketing Division Bio Farma, Fitri Puspadewi, mengungkapkan, alat diagnostik kit bernama CerviScan itu bisa mendeteksi dini virus Human Papillomavirus (HPV) yang menjadi penyebab kanker serviks hanya dengan urine.
Menurut dia, kehadiran CerviScan diharapkan bisa meningkatkan cakupan skrining Kanker Serviks yang masih terbatas itu.
Talkshow tersebut menghadirkan Anggota Himpunan Onkologi Ginekologi Indonesia Cabang Sulawesi Selatan, dr. Irma Savitri, SpOG, Subsp. Onk.
M.Kes, Dokter Penanggung Jawab Laboratorium Mikrobiologi dan Imunologi BBLK Makassar dr. Yoeke Dewi Rasita, M.Ked.Klin, Sp.MK, Penyintas Kanker Serviks yang juga Ketua Think Survive Nasiva Zoubair S.Pi, dan Influencer Makassar Fanda Rambu Fatah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
