Terkini.id, Jakarta – Epidemiolog sekaligus pegiat media sosial, dokter Tifa menyebut bahwa Indonesia masuk daftar 15 negara yabg paling berisiko alami resesi ekonomi.
Terkait hal itu, dokter Tifa membagikan sebuah artikel dari BBC berjudul ‘Indonesia masuk 15 besar negara terancam resesi, versi Bloomberg, IMF wanti-wanti prospek ekonomi global kian gelap’.
Dalam isi artikel itu disebutkan berdasarkan hasil survei Bloomberg, Indonesia masuk dalam daftar 15 negara yang berisiko mengalami resesi. Dalam daftar tersebut, Indonesia berada di peringkat ke-14.
Sri Lanka, yang mengalami ketidakstabilan ekonomi dan sosial baru-baru ini menempati posisi pertama negara berpotensi resesi dengan presentase 85%.
Menyusul kemudian New Zealand 33%, Korea Selatan dan Jepang dengan presentase 25%.
Menteri Keuangan Sri Mulyani saat menanggapi survei tersebut mengatakan, dibandingkan dengan negara-negara lain dalam daftar itu Indonesia memiliki indikator ekonomi yang lebih baik.
“Indikator neraca pembayaran kita, APBN kita, ketahanan dari GDP (produk domestik bruto), dan juga dari sisi korporasi maupun dari rumah tangga, serta monetary policy kita relatif dalam situasi yang tadi disebutkan risikonya 3%, dibandingkan negara lain yang potensi untuk bisa mengalami resesi jauh di atas, yaitu di atas 70%,” ujar Sri Mulyani dalam konferensi pers di Bali beberapa waktu lalu.

Menanggapi artikel pemberitaan itu, dr. Tifa pun menegaskan bahwa Indonesia sudah masuk dalam daftar 15 negara paling berisiko alami resesi ekonomi.
Sekadar diketahui, kata Tifa, jumlah negara di seluruh dunia yakni sebanyak 224 negara. Oleh karena itu, ia menyebut Indonesia dalam kondisi bahaya.
“Indonesia masuk 15 negara plg berisiko alami resesi ekonomi. Utk diketahui seluruh dunia ada 224 negara. Jadi ini bahaya!,” tegas dokter Tifa.
Lebih lanjut, dr. Tifa meminta kepada Pemerintah RI untuk segera mempersiapkan rakyat dalam segala aspek untuk menghadapi risiko resesi ekonomi itu.
Selain itu, dokter Tifa juga menegaskan kepada pemerintah Indonesia agar memghentikan segala kebohongan, pencitraan dan pemborosan APBN.
“Pemerintah harus mempersiapkan rakyat, dalam segala aspek. Stop kebohongan. Stop pencitraan. Dan hentikan pemborosan!,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
