Terkini.id, Jakarta – Seorang dosen salah satu universitas di Surabaya, menjadi heboh di media sosial lantaran memberi apresiasi untuk mahasiswanya yang turun demo dengan memberi nilai A.
Dosen tersebut, Umar Sholahudin mengaku menjanjikan nilai A untuk mahasiswa yang ikut demo UU Cipta Kerja.
“Janji saya. Terus bergerak. Jangan kasih kendor. Terima kasih mahasiswa ku yang ikut gabung bersama buruh tolak UU Cilaka. Sebuah pembelajaran politik yang penuh makna. Saya wajib ganjar kalian dengan nilai A. Selamat saya angkat topi setinggi-tingginya,” tulis Umar Sholahudin lewat akun facebook miliknya.
Umar Sholahudin diketahui adalah Dosen Sosiologi (FISIP) di Universitas Wijaya Surabaya.
Melansir dari detikcom, Umar menjelaskan bahwa ide untuk tercetus saat kuliah daring berlangsung yang kebetulan juga membahas soal UU Cipta Kerja dalam mata kuliah Gerakan Sosial dan Pembangunan.
- Fatmawati Rusdi Apresiasi Buku 'BupAAS: Jalan Pengabdian', Karya Inspiratif Penuh Referensi
- Andi Iwan Darmawan Aras Terpilih Aklamasi Pimpin HNSI Sulsel 2026--2031, Siap Perjuangkan Kesejahteraan Nelayan
- Peringati Hari Lingkungan Hidup, PJM Tanam 20 Ribu Pohon di Maros
- Tazkiyah Group Beri Hadiah Haji Khusus Gratis di Momen Perayaan Tahun Baru 1448 Hijriah
- Resmi Dilantik, DPW LP3M Harakah Bakomubin Sulsel Perkuat Peran Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat
Dia pun memberi opsi kepada mahasiswa, jika ingin nilai mata kuliah saya dapat nilai A maka pertama menulis artikel opini dengan tema yang terkait mata kuliahnya, dan kedua ikut aksi demo bersama buruh tolak UU Cilaka.
Diskusi daring pun berlanjut ke rencana aksi demo yang akhirnya terlaksana. Ia pun mengaku aksi dilakukan dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Adapun alasan Umar memberikan opsi demo UU Cipta Kerja yakni guna membuat kesadaran dan sikap kritis mahasiswa terhadap persoalan yang riil terbangun.
“(Alasan selanjutnya — red) Dengan aksi bersama mahasiswa bisa tahu dan merasakan betul apa yang dirasakan kaum buruh. Ini sebagai sikap empati dan simpatik, solidaritas bersama. Dan saya bilang UU Cilaka tak hanya berdampak pada buruh tapi juga mahasiswa pasca lulus,” tutupnya.
Dibully Netizen
Meski begitu, tidak semua netizen suka dengan postingan Umar. Hal itu karena Umar dinilai menggampangkan nilai akademik dengan cukup mengikuti demonstrasi.
“Ini kenapa saya gak rela anak-anak saya kuliah di +62 kelak. Kualitas tukang dosennya aja kayak gini,” tulis Awit Dhihan Priyo Pambudhi.
“Dosen kadrooonnn ni,” tulis Bramses Ricar Wuakakaka.
“Pak dosen mau saya ajari praktek gerakan sosial dan pembangunan? Sini pak adopsi langkah yang sudah saya tempuh selama Pandemi. Canthelan sebagai wujud gerakan sosial saat Pandemi. Saya cuma bisa mengajarkan dan menularkan orang lain untuk berbuat baik. Tapi tidak mengiming-imingi nilai A hanya untuk berdemo tanpa usaha dan kerja keras mahasiswa,” netizen lainnya, Heni Widodowati.
Meski begitu, ada juga netizen yang mendukung aksi Umar.
“Semoga bapak jadi dosen sehat selalu dan bnyak rejeki. Karena sedikit orang bener, orang baik bnyak,” jelas Jose Ricardo Solin.
“Ini dosen sangat progres ni,” jelas Opa Firmino.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
