Terkini.id, Maros – Kegiatan pengabdian masyarakat oleh dosen Ilmu komunikasi, Universitas Muslim Indonesia (UMI) berlangsung di Desa Minasa Upa, Maros, Senin, 25 November 2019.
Kegiatan yang dilakukan yaitu memberdayakan ibu rumah tangga, dan remaja putri, serta mendukung program Kepala Desa Minasa Upa Rusman, SE untuk mengembangkan desa tersebut menjadi desa wisata, khususnya wisata sungai.
Sungai Minasa Upa yang indah dengan luas mencapai 245 meter degan kedalaman sampai 7 meter serta panjang sekitar 4 kilometer menghubungkan obyek wisata Rammang-Rammang melewati Sungai Minasa Upa menuju pantai menjadi suatu obyek wisata sungai yang indah dan mengasyikkan bagi para penggemar wisata.
Pengunjung bisa dengan sepuasnya naik kapal menyusuri sungai yang luas dan indah melewati gugusan pohon mangrove, tumbuhan Nipa dan di sepanjang sungai berdiri sekitar seratusan Pandariang yang menjadi sumber pekerjaan utama para nelayan setempat.
Dosen yang terlibat dalam proses pemberdayaan masyarakat ini yakni DR. Ahdan M.Si, dan DR. Hadawiah M.Si
- Jelang Ramadhan, Mahasiswa Komunikasi UMI Gelar Aksi Bersih-Bersih Pantai
- Rancang Kurikulum Adaptif Pasar Kerja, Ilmu Komunikasi UMI Bertekad Jadi Prodi Favorit Calon Maba
- Terapkan OBE, Ilmu Komunikasi UMI Bertekad Jadi Nomor Satu PTS Prodi Ilmu Komunikasi di Makassar
- Workshop Kurikulum Program Studi Ilmu Komunikasi UMI, Tingkatkan Mutu Pendidikan
- Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMI Ikuti Pelatihan Dasar Desain Grafis
“Program yang di lakukan itu seperti pelatihan pembuatan abon, baik abon ikan, abon udang, abon kepiting dan masakan sop, yang dapat menjadi kuliner khas Minasa Upa nantinya,” ujar Hadawiah.
Di samping itu, lanjutnya, juga dilakukan sosialisasi pencegahan illegal fishing bagi nelayan setempat, sebab sekitar 70 persen kepala keluarga di desa tersebut bekerja sebagai nelayan penangkap ikan, udang dan kepiting yang semuanya bergantung di Sungai Minasa Upa.
“Dengan potensi wisata sungai inilah yang akan dikembangkan menjadi obyek wisata di Desa Minasa Upa,” ujar Hadawiah.
“Kami juga menerjunkan para mahasiswa Ilmu Komunikasi UMI dalam mengambil gambar atau foto baik untuk kebutuhan pembuatan film, maupun untuk diabadikan sebagai fotogtafi. Selain itu juga mahasiswa turun untuk melakukan penelitian berkaitan dengan komunikasi wisata Minasa Upa,” sambung Ahdan.
Ahdan juga menyampaikan rasa syukurnya karena pihaknya mendapatkan respon positif dari masyarakat setempat.
“Kepala desanya juga telah menyerahkan lokasi pendirian rumah/wisma Terapung di Bantaran Sungai Minasa Upa, dan sudah dilakukan penandatanganan MOU antara kepala desa dengan ketua prodi Ilmu Komunikasi UMI yang sedang ditindaklanjuti di tingkat Universitas,” ujarnya.
“Tidak hanya itu, ada juga dukungan pemerintah daerah dengan diberikannya bantuan 2 kapal wisata operasional bagi wisatawan yang akan menyusuri Sungai Minasa Upa dan pantai sepanjang Maros,” lanjutnya.
Sekedar diketahui, sudah 5 bulan terakhir dosen Ilmu komunikasi Universitas Muslim Indonesia secara intensif melakukan pemberdayaan masyarakat di Desa Minasa Upa Bontoa Maros.
Citizen Reporter: Uswatun Hasanah (Mahasiswa Ilmu Komunikasi UMI)
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
