Dosen Pembunuh Ini Ditangkap Saat Mendatangi Korbannya dekat Ruang Jenasah

Sitti Zulaiha
Tersangka pelaku pembunuhan Sitti Zulaiha, Wahyu Jayadi

Terkini.id, Makassar – Teka-teki pembunuhan perempuan cantik Sitti Zulaeha di Kabupaten Gowa terungkap. Polisi berhasil menelusuri jejak pelaku dan menangkapnya saat mendatangi korbannya di rumah sakit. Tidak jauh dari ruang jenasah.

Pelaku adalah seorang dosen berinisial WJ. Diringkus di halaman Rumah Sakit Bhayangkara Mappaoddang. Saat mendatangi korbannya dekat ruang jenasah.

Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani mengungkapkan, saksi yang melaporkan kejadian pembunuhan pegawai Universitas Negeri Makassar (UNM) ini ada tiga orang.

“Terdapat luka gores dan lebam pada leher korban. Posisi korban duduk di kursi mobil bagian depan sebelah kiri penumpang dengan kondisi sabuk pengaman terlilit di bagian leher korban,” jelas Dicky, Sabtu 23 Maret 2019.

Berdasarkan dari hasil penyelidikan di lapangan disimpulkan bahwa adapun korban tersebut bukan merupakan korban perampokan melainkan korban pembunuhan, yang dikuatkan dengan tidak adanya barang berharga milik korban yang hilang.

Setelah identitas korban diketahui, maka selanjutnya dilakukan pendalaman terhadap orang-orang terdekat korban, berdasarkan dari hasil analisa terhadap pelaku pembunuhan tersebut mengerucut kepada salah seorang rekan kerja korban yang juga merupakan tetangga rumah korban, yaitu WJ.

Personil Unit Resmob Polda Sulsel pun langsung bergerak cepat mengamankan pelaku WJ tepatnya pada sekitar pukul 14.05 WITA di halaman Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, pada saat pelaku datang ke tempat tersebut dengan tujuan untuk melihat jasad korban di rumah sakit.

Pelaku mengaku telah membunuh Zulaeha

Pelaku WJ, dibawa ke posko Resmob Polda Sulsel untuk dilakukan interogasi awal, dari hasil introgasi awal tersebut diketahui bahwa pelaku WJ, mengakui perbuatannya telah melakukan pembunuhan terhadap korban dengan cara pelaku mencekik korban pada bagian leher dengan menggunakan tangan kanan pelaku.

“Namun korban memberontak dengan cara mencakar tangan pelaku, selanjutnya pelaku memukul bagian pipi korban sebelah kiri sebanyak 1 kali dengan menggunakan kepalan tangan kanan pelaku, dan kemudian mencekik leher korban dengan manggunakan kedua tangan pelaku sampai korban meninggal dunia,” tutur Dicky.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Opini

Mengenang Kisah Klasik Ramang

Hari ini 24 April, 95 tahun silam, sosok mungil PSM Makassar yang kemudian melegenda terlahir ke dunia. Ramang.Cerita manis buah lolosnya Timnas Indonesia ke