Terkini.Id, Makassar – Dosen Fakultas Hukum Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Aan Mamontoh menjadi korban salah tangkap saat demo penolakan omnibus law.
Kericuhan demo yang awalnya pecah di depan kantor DPRD Sulsel berlanjut di flyover, depan Universitas Bosowa, UMI, hingga depan kantor Gubernur Sulsel.
Prof La Ode wakil Rektor (Warek) III Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar mengatakan polisi yang menyisir sekitar kampus ikut mengamankan Aan yang menghindar ke sekitar kampus UMI lantaran terpapar gas air mata polisi.
“Dia kan tidak bergabung peserta unjuk rasa. Hanya ada gas air mata dia harus menghindar dan pada saat itu ada penyisiran di dekat kampus,” ucap La Ode seperti dikutip detiknews.com, Selasa 13 Oktober 2020.
La Ode juga mengatakan mengecam lantaran salah tangkap dan adanya pemukulan sehingga babak belur, lebam-lebam di seluruh tubuh dosen fakultas hukum tersebut.
- Makin Kritis! Keluarga Besar, Parpol, Anggota DPRD hingga Sejumlah ASN Dikabarkan Tak Percaya Bupati Gowa
- Demi Kualitas Hidup Masyarakat, PT Vale-Kodim 1412 dan Pemkab Kolaka Wujudkan Hunian Layak dan Akses Kesehatan
- PLN Mobile Padel Competition 2026 'Smash Your Energy' Dimulai, Kolaborasi PLN dengan 52 Instansi
- Wabup Gowa Buka Kampoeng Eropa City Trail Run 2026, Didorong Jadi Kalender Event Tahunan Gowa
- PT Bumi Karsa Dorong Transformasi Digital Konstruksi lewat Penguatan Kompetensi BIM
Sementara itu, Aan Mamontoh saat ini telah berada di Polrestabes Makassar mengaku belum bisa memberikan komentar.
“Insyaallah akan saya hubungi setelah dari Polres,” kata Aan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
