Dosen Unismuh Makassar Bina Perempuan Nelayan di Barombong

Dosen Unismuh Makassar Bina Perempuan Nelayan di Barombong

Terkini.id, Makassar – Dalam rangka pengabdian kepada masyarakat, dosen dari Prodi Arsitektur dengan Prodi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memperkenalkan Kokedama dan rancangan ruang produktif bagi kelompok perempuan nelayan di Barombong, Kota Makassar.

Ketua Kelompok Mawar Hasniar menyampaikan, pengabdian Kepada masyarakat dilakukan oleh Tim Dosen dari Prodi Arsitektur dengan Prodi Ilmu Pemerintahan Unismuh membuat protipe desain ruang produktif.

“Berlokasi di Kampung Ujung Kassi Barombong Makassar, kegiatan ini menggunakan metode workshop dan pelatihan secara partisipatif kepada Kelompok Perempuan Nelayan untuk membuat lay out ruang kolong rumah panggungnya (siring), hingga konsep desain ruang yang biasa mereka gunakan untuk beraktivitas komunal,” ujarnya.

Kegiatan yang dirangkaika dengan FGD ini berlangsung sejak tanggal 14 September 2019 lalu itu. Ia menyebutkan ada tiga yang memulai program tersebut masing – masing Andi Annisa Amalia, Nurhikmah Paddiyatu, Andi Luhur Prianto dan Hamrun.

Ia menyebutkan juga bahwa sampel yang digunakan untuk prototipe adalah Siring Rumah Panggung Milik Ketua RT 4 RW 05 Barombong.

Menarik untuk Anda:

“Kegiatan FGD dihadiri oleh ibu-ibu rumah tangga nelayan yang berjumlah 20 orang,” bebernya.

Berdasarkan hasil FGD disepakati bahwa kelompok perempuan nelayan akan memfungsikan bagian siring rumahnya untuk ruang usaha dan ruang komunal kelompok.

“Tahapan selanjutnya setelah FGD, dilakukan pula wokrshop merangkai storage untuk penjemuran maupun penyimpanan kripik dan ikan asin,” urainya.

Pada pelatihan ini, kata dia tim pengabdi berkolaborasi dengan komunitas entrepreunership Mahasiswa Arsitektut Universitas Fajar Makassar. Peserta pelatihan sangat antusias, karena praktek merangkai tanaman hias dengan menggunakan media lumut dan pasir adalah hal yang sangat baru bagi mereka.

Melalui Program Pengabdian Masyarakat, Hasniar selaku Ketua Kelompok Mawar berharap prototipe desain ruang produktif yang telah dirancang bersama, nantinya dapat diwujudukan secara fisik tanpa menghilangkan nilai lokal dan identitasnya sebagai Kampung Nelayan.

“Selain kegiatan FGD, pengenalan produk untuk wirausaha baru bagi ibu-ibu nelayan juga dilakukan, berupa pelatihan pembuatan tanaman hias yang disebut kokedama,” pungkasnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

STIK dan STIPAR Tamalatea Makassar Helat Wisuda di Tengah Pandemi

Dr Saiful Resmi Jabat Ketua Departemen Teknik Industri FT UH

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar