DPR RI Sebut Nadiem Susah Diajak Dialog: Ingin Semua Kebijakan Sesuai Keinginannya

Terkini.id, Jakarta – Koordinasi yang dilakukan DPR RI dengan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) terkait kebijakan pengangkatan guru honorer tidak begitu efektif.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Komisi X DPR RI, Syaiful Huda yang pernah mendapati Nadiem tidak cukup komunikatif dengan DPR RI. Sikap tersebut menunjukkan, bahwa Nadiem ingin semua kebijakan sesuai keinginannya saja dengan tidak banyak membuka ruang dialog.

“Mungkin mas menteri ingin semua kebijakannya seperti yang beliau inginkan. Ingin landing semua. Jadi kelihatannya membatasi dialog,” ujar Huda dalam serial diskusi Polemik Trijaya bertema ‘Cerita Guru Honorer’, Sabtu 27 November 2021.

Baca Juga: Habib Kribo Sebut DPR RI ‘Nampung’ Hoaks, Habiburokhman Ingatkan Kasus...

Selanjutnya Huda menceritakan, saat proses rekruitmen tahap pertama PPPK seharusnya hanya 80 ribu guru honorer yang lolos. Namun, Nadiem meloloskan 173 ribu setelah mendapat desakan dari Parlemen.

“Karena itu dalam berbagai hal, relatif semacam ruang kompromi itu terjadi. Misalnya kemarin, soal rekrutmen yang kemarin tahap pertama PPPK, itu kalau gak ada kompromi yang lolos hanya 80 ribu mas, akhirnya karena kita ngotot akhirnya yang lolos 173 ribu,” jelasnya.

Baca Juga: Komnas HAM Ramai Dicecar Anggota DPR Usai Tolak Hukuman Mati...

Seperti yang dilansir dari Pikiran Rakyat, lebih lanjut legislator Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini mengatakan, Nadiem hanya terlihat ada keinginan untuk memberi afirmasi kepada guru honorer, tapi semangatnya belum terlihat.

Terutama, para guru honorer yang lama mengabdi belum merasakan keberpihakan pemerintah.

“Kita minta ada kebijakan khusus untuk langsung diangkat menjadi pegawai PPPK dan ini tidak menyalahi aturan karena masih ada PP yang menyangkut soal itu,” tandasnya. 

Bagikan