Masuk

DPRD Makassar Soal Wali Kota Tunda Pemilu Raya RT/RW: Pemkot Tidak Boleh Menunda

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Legislator DPRD Kota Makassar, Nunung Dasniar menyoroti Wali Kota Makassar, Danny Pomanto yang menunda pemilu raya RT/RW, Jumat 7 Oktober 2022.

“Pemkot tidak boleh menunda. Pasti akan ada riak-riak di masyarakat dan besar kemungkinan akan ada demo,” sebut Nunung Dasniar dilihat terkini.id dalam unggahan akun Instagram daenginfo pada Jumat 7 Oktober 2022.

Dia merasa keputusan Danny untuk menunda Pemilu Raya RT/RW malah akan menimbulkan kegaduhan.

Baca Juga: UMK Kota Makassar Naik 6,93 Persen, Jadi Rp 3,5 Juta

Alasan Wali Kota untuk menjaga kota dinilai bertentangan dengan apa yang telah terjadi. Nyatanya, sudah mulai ada respon dari masyarakat supaya pemilihan ini segera dilaksanakan.

Politisi Partai Gerindra Makassar itu juga, heran terhadap sikap Danny yang tiba-tiba menunda pemilihan. Padahal Pemilihan RT/RW telah ditopang anggaran APBD perubahan senilai Rp 2,9 miliar.

“Hak masyarakat yang didahulukan. Anggaran sudah diketuk. Tunggu apa lagi,” terangnya.

Baca Juga: Wali Kota Makassar Prediksi Portugal Menang Tipis Lawan Swiss

Diketahui, Danny menyampaikan kemungkinan pemilu RT/RW diundur hingga tahun 2024 mendatang bersamaan dengan Pilpres dan Pilkada.

“Kemungkinan besar saya undur sampai 2024. Kasih sama dengan Pilpres dan Pilkada, daripada bertengkar dan kerawanan sosial, mending saya tunda,” katanya, Rabu 5 Oktober 2022.

Dia mengatakan pemilu raya RT/RW menimbulkan pendapat setuju dan tidak setuju. Maka dari itu, dia ingin pemilihan tersebut serentak di tahun 2024.

“Kalau ada setuju dan tidak setuju soal Pemilu Raya ini, tidak kondusifki. Makanya, kita ikutkan serentak Pilpres dan Pilkada nanti 2024,” tegasnya.

DPRD Makassar, Nunung Dasniar mendesak Pemkot Makassar untuk melangsungkan Pemilu Raya RT/RW/daenginfo