DPRD Tunda RDP Soal PHK Karyawan PT Makassar Jaya Steel, Alasannya?

Terkini.id, Makassar – Komisi D Dewan Perwakilan Rakyat daerah Kota Makassar sedianya menggelar rapat terkait Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap karyawan PT. Makassar Jaya Steel, pada Selasa 21 Januari 2020, namun saat rapat hendak dibuka oleh Pimpinan Komisi D, pimpinan perusahaan PT Makassar Jaya Steel tidak hadir.

Akhirnya, Pimpinan Komisi D yang diketuai Wahab Tahir memutuskan rapat ditunda hingga 28 Januari mendatang.

“Rapat ini seharusnya menghadirkan pimpinan perusahaan, yang bisa mengambil keputusan terhadap masalah yang dibahas ini,” kata Wahab Tahir.

Baca Juga: Soal Mafia Tanah, 80 Persen Kasus Perdata PN Makassar Didominasi...

Komisi D DPRD Makassar rencananya menggelar RDP bersama Federasi Serikat Pekerja Makassar serta Manajemen PT Makassar Jaya Steel dan stekholder terakit dengan terhadap tiga karyawan Makassar Jaya Steel, namun akhirnya ditunda.

Perwakilan perusahaan PT Makassar Jaya Steel diminta untuk menghadirkan pimpinan perusahaan pada rapat yang ditunda jadwalnya tersebut.

Baca Juga: Pro Kontra Penggunaan GeNose C-19 bagi Pelajar di Makassar

Wahab mengatakan dalam pertemuan nantinya akan mencari solusi atau jalan tengah karena pihak komisi D menginginkan agar kedua belah pihak tidak ada saling dirugikan sebab selama kurung dua pekan ini pihak perusahaan tidak beroperasi karena diblokade oleh Federasi Serikat Pekerja.

Di sisi lain, karyawan juga harus menerima haknya dampak dari pemecatan tersebut.
Sementara salah satu Staf karyawan PT Makassar Jaya Steel, Endi yang mewakili perusahaannya tidak banyak berkomentar hanya saja pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada pimpinan perusahaan soal PHK itu pada rapat yang dijadwalkan pada 28 januari nanti.

Federasi Serikat Pekerja Kota Makassar yang di PHK pada PT Makassar Jaya Steel ada tiga orang yaitu Andi, Muhammad Nur Masse dan Amirullah.

Baca Juga: Pro Kontra Penggunaan GeNose C-19 bagi Pelajar di Makassar

Ketiganya hingga saat ini menunggu pihak perusahaan membayarkan upah setiap bulannya sejak November dan Desember 2019.

Bagikan