Terkini.id, Papua- Dua anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) dalang penembakan karyawan PT Freeport Indonesia tewas dalam penyergapan yang dilakukan aparat gabungan TNI-Polri.
“Telah dilakukan penegakan hukum terhadap KKB yang telah melakukan penembakan di Kompleks Kantor PT Freeport Indonesia di Kuala Kencana,” kata Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata dalam keterangan tertulisnya, Kamis malam seperti dikutip dari kompascom.
Penyergapan itu berawal dari penangkapan enam warga yang diduga sebagai pemasok bahan makanan dan amunisi untuk KKB pimpinan Hengky Wamang.
Polisi mendapatkan sejumlah informasi setelah menginterogasi enam warga tersebut. Informasi itu digabungkan dengan penyelidikan di lapangan.
Berdasarkan informasi itu, aparat gabungan menyergap sebuah rumah kayu di Jalan Trans Nabire, Kampung Jayanti, Distrik Iwaka, Mimika, Papua, Kamis 9 April 2020.
- Cathlyn dan Meivy Terima Beasiswa Kuliah ke Tiongkok, INTI Tanggung Biaya Pendidikan dan Hidup
- Himbauan Pemkab Jeneponto, Stop Penebangan Sembarangan, Lestarikan Pohon Demi Lingkungan Sehat, Cegah Erosi
- Jeneponto Satukan Langkah, Komitmen Bersama Percepat Penurunan Stunting Demi Generasi Berkualitas
- GESIT DATA PRESISI, Terobosan Pemkab Jeneponto Wujudkan Satu Data Terpadu Percepat Penurunan Stunting
- HUT ke-48, Bupati Andi Asman Luncurkan Buku 'BupAAS: Jalan Pengabdian'
Dalam penyergapan tersebut, dua anggota KKB tewas setelah baku tembak dengan pasukan gabungan.
Selain itu, pasukan gabungan menangkap satu anggota KKB berinisial IS.
Menurut Era, beberapa anggota KKB kabur ke hutan dan membawa empat pucuk senjata api.
“Ada beberapa anggota KKB lari masuk ke hutan,” terang Era.
Polres Mimika saat mengamankan enam warga yang akan menyuplai bama ke KKB, Selasa 7 April 2020.
Dalam penyergapan tersebut, polisi menyita satu senjata rakitan, satu pucuk airsoft gun, tujuh senapan angin, 11 potongan senapan angin, 162 butir amunisi, dan 10 selongsong peluru.
Selain itu, polisi menyita 20 ponsel, dua handy talky (HT), tiga bendera bintang kejora, tiga kapak, tiga busur panah, 90 anak panah, dan 11 parang.
Era menyebut, pasukan gabungan juga telah memetakan lokasi persembunyian KKB dan jaringan pendukung kelompok separatis itu.
Aparat penegak hukum, kata Era, akan mengejar dan menindak tegas KKB yang telah melakukan tindakan melawan hukum.
“Sampai saat ini, aparat gabungan TNI Polri masih melakukan pengejaran terhadap KKB. Untuk mencegah masuknya dukungan bama dan amunisi, akan ada peningkatan patroli dan razia terutama di daerah jalur perlintasan KKB,” terang Era.
Seperti diketahui, KKB sebelumnyamenembak tiga karyawan PT Freeport Indonesia di area Kuala Kencana, Mimika, Papua, Senin 30 Maret 2020.
Peristiwa ini terjadi sekitar pukul 13.50 WIT, di area Kantor PT Freeport Indonesia di wilayah dataran rendah.
Dalam peristiwa itu seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Selandia Baru bernama Graeme Thomas Weal (57) meninggal dunia.
Sedangkan dua karyawan lainnya bernama Jibril MA Bahar (49) dan Ucok Simanungkalit (57) terluka.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
