Terkini.id, Makassar – Kelompok Separatis Bersenjata atau KKB pimpinan Lekagak Telenggen kembali beraksi dan menembak tiga warga pendatang pada Jumat 27 Oktober 2019 lalu.
Dua warga yang ditembak tersebut adalah warga Sulsel. Jenazahnya diterbangkan ke kampung halaman pada Minggu 27 Oktober 2019 hari ini.
Tiga warga yang ditemukan tewas akibat keberingasan KKB tersebut antara lain Rizal (31), Herianto (31) dan La Soni (25).
Jenazah Herianto telah diterbangkan ke kampung halamannya di Pangkep, pada Sabtu 26 Oktober kemarin.
Sedangkan jenazah warga Sulsel lainnya, yakni Rizal hari ini dijadwalkan tiba di kampung halamannya di Desa Borong Lamu, Kecamatan Arungkeke Kabupaten Jeneponto.
Adapun jenazah La Soni, juga dikirim hari ini ke kampung halamannya di Raha-Pure Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara.
Ketiganya yang ditemukan tewas tersebut bekerja sebagai pengemudi ojek di Distrik Hitadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.
Luka Tembak hingga Luka Sayatan Senjata Tajam
Menurut Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Cpl Eko Daryant, ketiga korban adalah tukang ojek yang selama ini bekerja melayani transportasi masyarakat di wilayah Distrik Sugapa.
Ketiga korban tersebut, mayatnya ditemukan dalam kondisi luka tembak di kepala dan luka sayat akibat senjata tajam di sekujur tubuh, kata dia.
Penemuan ketiga jenazah disebutkan pertama kali dilaporkan oleh salah seorang bernama Titus Kobogau (Caleg Terpilih) yang dihadang dan ditodong anggota OPM saat akan menjemput seorang pemimpin Gereja Kingmi, Distrik Hitadipa, pagi menjelang siang, kata Kapendam.
Titus diperbolehkan melanjutkan perjalanan dan menyampaikan kabar kepada Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni.
Saat dihadang tersebut, Titus melihat tiga korban yang sudah meninggal dan diduga sudah dieksekusi beberapa jam sebelumnya.
Setelah itu, Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni dan Deki Belau (tokoh masyarakat) mendatangi TKP dan segera mengevakuasi jenazah para korban menuju Puskesmas Sugapa.
Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Herman Asaribab pun menyatakan turut berduka cita atas meninggalnya ketiga korban tukang ojek yang menjadi korban pembunuhan kelompok separatis bersenjata.
“Perbuatan teror ini jelas membuktikan bahwa kelompok separatis selalu berusaha mengganggu kedamaian di tanah Papua. Ini jelas bukan perbuatan orang-orang yang mengenal Tuhan,” jelas Pangdam.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
