Terkini.id, Jakarta – Usai dilaporkan menembak 5 warga sipil hingga tewas, Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) kini mengeluarkan ancaman akan menembak mati pekerja yang mencari nafkah di daerah konlik bersenjata tersebut.
Seperti diketahui, rentetan kontak tembak antara TPNPB-OPM atau disebut juga Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dengan TNI-Polri terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) kini memperingatkan seluruh warga Indonesia yang bekerja di Papua untuk segera meninggalkan Bumi Cenderawasih tersebut.
Ancaman dikeluarkan usai secara terpusat di wilayah Ilaga, Kabupaten Puncak sejak beberapa pekan lalu.
“Melihat situasi Konflik bersenjata di Kabupaten Puncak Papua, Intan Jaya dan Nduga, maka kami dari Pengendali Manajemen Markas Pusat KOMNAS TPNPB-OPM mengeluarkan peringatan tegas kepada semua imigran Indonesia yang mencari makan di negeri milik bangsa Papua agar segera tinggalkan wilayah konflik bersenjata,” terang Juru Bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom dalam keterangan resmi, Minggu 6 Juni 2021 dikutip dari cnnindonesia.
- Aparat Gabungan TNI-Polri kembali Temukan 6 Jenasah Korban Pembantaian KKB di Yahukimo
- Tanpa Kabar, Keluarga Korban Penembakan KKB Minta Satgas Temukan Rakib Natsir
- Diduga Pasok Amunisi untuk KKB, Polisi Tangkap Ketua KNPB
- Pemprov Sulsel Fasilitasi Kepulangan Korban Penembakan KKB ke Selayar
- Serangan KKB Papua Menewaskan Seorang Pendeta, Warganet: Emang Pendeta Sepenting Apa
Sebby mengungkapkan, pihaknya tak akan segan menembak pekerja Indonesia yang masih bertahan di lokasi perang.
Menurut dia, hal tersebut menjadi konsekuensi bagi mereka yang tak mematuhi ultimatum itu.
Belum ada pernyataan resmi dari aparat TNI-Polri terkait dengan ancaman yang dilontarkan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) yang kini telah dicap sebagai teroris oleh pemerintah.
Konflik itu sendiri telah terjadi pada Jumat (28/5)lalu saat KKB membunuh Kepala Subsektor Oksamol, Pegunungan Bintang, Papua, Briptu Mario Sanoy. Mereka mencuri dua senjata laras panjang tipe SS1 dan revolver dari markas polisi itu.
Hanya saja, tak berselang lama polisi berhasil menemukan senjata yang dicuri itu di sekitar markas KKB yang berada di wilayah tersebut.
Tak hanya aparat, warga sipil juga menjadi korban. Pada Kamis (3/6), polisi menyebut KKB bertanggungjawab atas penembakan seorang tukang bangunan bernama Habel Halenti (30) saat dalam perjalanan pulang dari Kampung Eronggobak, Distrik Ilaga.
Aksi ini disaksikan oleh rekan Habel bernama Alif yang berhasil melarikan diri dan melapor ke Polsek setempat.
“Korban sempat berteriak, ‘Ampun, komandan.’ Namun, langsung ditembak oleh salah satu KKB yang menodongkan senpi,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Ahmad Musthofa Kamal.
Masih di hari yang sama, penyerangan KKB dilakukan di sekitar wilayah Bandara Aminggaru Ilaga, Puncak.
KKB diduga membakar sejumlah fasilitas bandara hingga memicu kontak tembak dengan Paskhas (Korps Pasukan Khas TNI AU).
Kejadian itu berdampak pada kebakaran menara di Kantor Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) dan Kantor AirNav di Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua. Namun, tak ada korban jiwa dalam kejadian itu.
Terakhir, polisi menuding bahwa KKB bertanggungjawab atas penembakan keluarga Kepala Desa Nipurlema, Petianus Kogoya di wilayah Ilaga.
5 Warga Sipil Tewas
Diketahui, 5 orang menjadi korban penembakan KKB ini yakni Kepala Desa Nipurlema Petianus Kogoya dan empat anggota keluarganya.
Aksi brutal KKB tersebut terjadi setelah sehari sebelumnya menembak mati pekerja bangunan dan membakar tower di Bandara Ilaga.
Kasatgas Humas Nemangkawi Kombes Pol Iqbal Alqudusy mengatakan, saat ini para korban tewas masih berada di Eromaga. “Evakuasi belum bisa dilakukan karena masih terjadi kontak tembak di sekitar Bandara Ilaga,” ujar Iqbal.
Masyarakat yang berada di sekitar Eromaga sebanyak 10 kampung mengungsi ke arah Kunga untuk menghindari aksi kejam KKB.
“TNI Polri saat ini terus melakukan pengejaran terhadap pelaku penembakan warga masyarakat Eromaga,” katanya. Dia menegaskan, KKB kelompok teroris Lekagak Telenggen tidak pernah menguasai Bandara Ilaga. Mereka berupaya menyerang dengan membakar fasilitas ATC bandara. Saat ini kondisi penerbangan sipil dibatasi operasionalnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
