Terkini.id, Jakarta – Pengamat Politik Universitas Paramadina A Khoirul Umam, menilai terjadinya duet antara Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Pilpres 2024 dapat memenuhi suasana hati publik (public mood) yang menghendaki perubahan.
Hal itu disampaikan A Khoirul Umam di Jakarta, pada Minggu 6 Februari 2022.
Menurut Umam, Anies dan AHY bisa saja membangun kekuatan politik yang berbeda coraknya dari lingkar kekuasaan pendukung pemerintahan saat ini.
“Jika public mood akan perubahan itu digarap dengan baik (oleh tim sukses Anies dan AHY), maka rakyat (kemungkinan) akan menginginkan pasangan capres-cawapres yang justru bukan merepresentasikan pemerintah saat ini,” ujar Umam, dikutip Terkini.id melalui tvOnenews.
Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Eksekutif Institute for Democracy & Strategic Affairs (IndoStrategic) menerangkan jika hal itu dilihat dari tumbuhnya ketidakpuasan masyarakat.
- 38 DPD Demokrat se-Indonesia Dukung AHY Jadi Ketua Umum
- Dampingi Menteri AHY Serahkan 50 Sertipikat, Pj Gubernur Sulsel: Ini Memberikan Kepastian Hukum
- Konsolidasi dan Temu Caleg, AHY Optimis Demokrat di Sulsel Tambah Kursi DPR RI
- Ke Makassar, AHY Akan Beri Pengarahan ke Seluruh Caleg Demokrat di Sulsel
- Soroti Pertemuan Gibran dan AHY, dr Tifa: Jangan Diikuti!
Dalam hal ini, berkaitan dengan sejumlah kebijakan lainnya seperti pengesahan Undang-Undang Cipta Kerja, UU KPK, pembentukan BRIN, dan sejumlah proyek infrastruktur yang membebani keuangan negara.
Umam menyebut jika kebijakan itu menjadi faktor pendorong tumbuhnya sentimen publik yang menginginkan perubahan.
Kendati demikian, ia mengingatkan peluang pasangan Anies dan AHY di Pilpres 2024 bisa gagal apabila ada penolakan dari kelompok penguasa.
“Penguasa yang tidak happy (senang) dengan bertemunya duet Anies dan AHY bisa saja akan menggunakan segala cara untuk menghambat bersatunya dua tokoh itu. Tetapi perlu diingat, kekuatan public mood bisa mengubah segalanya,” ucap Umam.
Contohnya, ia menyampaikan kemenangan pasangan SBY dan Jusuf Kalla pada Pilpres 2004 silam lalu dilanjut dengan Jokowi dan Jusuf Kalla pada Pilpres 2014 merupakan bukti public mood dapat jadi kekuatan politik yang patut diperhitungkan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
