Terkini.id, Jakarta – Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) meminta kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk melakukan inspeksi dadakan (sidak) ke kantor PT Transjakarta karena diduga tidak mematuhi aturan PPKM Level 4.
Said Iqbal selaku Presiden KSPI mengaku mendapatkan laporan bahwa sebanyak 20 pekerja di Transjakarta meninggal, serta tingkat penularan Covid-19 di sana sudah 10 persen.
“Saya dapat laporan sampai hari ini, tingkat kematian para pekerja Transjakarta lebih dari 20 orang, tingkat penularan sudah lebih dari 10 persen. Ini ada apa pak Gubernur DKI Jakarta?” ucap Said dikutip dari Tribunnews.
Said pun menjelaskan bahwa berdasarkan data yang diperolehnya, perusahaan beroperasi 100 persen tanpa ada pekerja yang bekerja dari rumah atau WFH (work from home).
Ia lantas meminta kepada Anies untuk melakukan sidak ke perusahaan tersebut.
“Pak Anies, hentikan kematian para pekerja buruh di Transjakarta, sidaknya jangan ke kantor orang, ke kantor sendiri dulu,” pinta Said selaku Presiden KSPI tersebut.
Selain itu, Said juga mengatakan bahwa terdapat perusahaan besar seperti Astra Group, Panasonic, Suzuki Group yang beroperasi secara WFO 100 persen.
“Ini ada datanya dari pimpinan serikat pekerjanya. Kami minta bekerja bergilir bukan berhenti, diatur operasionalnya,” tegas Said.
Adapun PT Transjakarta membantah pernyataan Said yang menyebutkan ada 20 karyawan Transjakarta yang meninggal akibat Covid dan beroperasi sebanyak 100 persen di masa PPKM.
“Datanya dari mana? Kami sudah merespon orang, 100 mati, ada 30 mati, Pertanyaan semua orang, kena Covid kan punya risiko itu (meninggal). Tapi kalau dilihat korban kita, sejauh yang saya tahu cuman 14 orang,” ungkap Direktur Utama PT Transjakarta Sardjono Jhony Tjikrokusomo.
Pihaknya pun menjelaskan bahwa sebelum diterapkan PPKM Jawa Bali, karyawan di perusahaan itu sudah menerapkan WFH dan WFO.
Hanya 25 persen pekerja yang ada di kantor, dan 75 persen bekerja dari rumah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
