Dugaan Pungli Diskriminasi di TPU Cikadut, Ferdinand Hutahaen Desak Ridwan Kamil Bertindak

Terkini.id, Bandung – Dugaan Pungli terjadi di TPU (Tempat Pemakaman Umum) khusus Covid-19 Cikadut, Bandung, Jawa Barat.

Melansir innews, pungli dilakukan oleh oknum penjaga makam. Dia berdalih bahwa jenazah non-muslim yang akan dikubur harus membayar uang jutaan rupiah, karena tidak ditanggung pemerintah.

Menurut pengakuan Yunita Tambunan, pungli di TPU Cikadut dilakukan oleh oknum bernama Redi yang mengaku sebagai Koordinator C TPU Cikadut.

Baca Juga: Sindir Anies, FH: Bagiku Dia Hanya Seorang Pengecut yang Penuh...

Kejadian itu bermula saat Yunita dan keluarga ingin memakamkan ayahnya Binsar Tambunan yang meninggal gegara Covid-19, Selasa, 6 Juli 2021, malam hari.

Setibanya di TPU, Yunita mengaku dihampiri Redi yang meminta biaya pemakaman ayahnya sebesar Rp4 juta.

Baca Juga: Yahya Waloni Minta Maaf ke Umat Nasrani, FH Menyentil: Manusia...

Yunita sempat heran mengapa dia harus membayar biaya pemakaman dan bertanya kepada Redi.

Menurut pengakuan Yunita, Redi menjawab “Kalau non-Muslim tidak ditanggung pemerintah.”

Merasa keberatan dengan harga yang diminta Redi, Yunita akhirnya nego harga hingga mereka sepakat diangka Rp2,8 juta.

Baca Juga: Yahya Waloni Minta Maaf ke Umat Nasrani, FH Menyentil: Manusia...

Yunita akhirnya diberi bukti pembayaran oleh Redi, meski sebelumnya Redi sempat menolak untuk memberikan kwitansi.

Melansir innews, sebagai bukti pembayaran, dituliskan di selembar kertas dengan perincian, Biaya gali: Rp 1,5 juta; Biaya pikul: Rp 1 juta, dan Salib: Rp 300.000, sehingga total: Rp 2.8 juta. Juga ditulis jelas nama Redi dan jabatannya.

Tak hanya itu, tukang gali kubur yang mengenakan APD juga meminta uang kepada Yunita dengan alasan untuk membeli vitamin.

Dengan terpaksa, Yunita pun mengeluarkan uang Rp50 ribu untuk tukang gali kubur.

“Kami ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula. Setelah saya di timpa kemalangan kepergian papa saya, ternyata di TPU Covid-19 Cikadut Bandung ada praktik pungutan liar (pungli) untuk pemakaman yang non-Muslim. Apakah demikian peraturannya?” ungkap Yunita seperti dilansir innews.

Menanggapi hal tersebut, mantan politisi Demokrat Ferdinand Hutahaen mempertanyakan tindaklanjut dari kasus pungli tersebut.

Selain itu, dia juga mendesak Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil untuk segara bertindak tegas sesuai aturan yang berlaku.

“Bagaimana tindak lanjut dari pemerasan ini? Saya tunggu Gubernur Ridwan Kamil bertindak sesuai aturan..!!” ujarnya.

Bagikan