Terkini.id, Parepare – Nasib naas dialami bayi berusia 4 bulan, harus ikut dikarantina bersama dengan 15 Pasien Positif virus Corona atau Covid-19, setelah hasil swab menyatakan dirinya terinfeksi virus tersebut.
Penularan Virus tersebut kenapa Bayi itu diduga melalui sang ayah yang juga positif Corona dan merupakan klaster dari pesta kapurung yang digelar di Perumahan Lompoe Mas, Kelurahan Lompoe, kecamatan Bacukiki Kota Parepare.
Juru Bicara Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Parepare, Halwatiah, membenarkan adanya pasien positif yang merupakan bayi 4 bulan yang tengah dalam perawatan di RSUD Andi Makkasau.
“Iya memang betul ada warga kami berusia 4 bulan yang tengah menjalani perawatan di RSUD Andi Makkasau, setelah dinyatakan positif Covid-19 sesuai hasil swab labkes Makassar,”katanya.
Halwatiah, menuturkan, jika bayi tersebut diduga kuat merupakan bagian dari klaster Kapurung, meskipun pada acara makan kapurung tersebut bayi itu tidak ikut, namun diduga tertular dari ayahnya.
- Mahasiswi di Makassar Mengaku ke Polisi Temukan Bayi, Ternyata Anaknya Sendiri
- Gunakan Baju Tebal Pada Bayi, Tingkatkan Resiko Kematian Dini
- Geger Penemuan Diduga Jenazah Bayi di Bonto Cani Makassar
- Geger Penemuan Mayat Bayi Terbungkus Plastik di Bulukumba
- Tega membuang Bayinya di Bak Sampah, Polisi Sampai Bongkar TPA Parepare
“Sementara Ibu dari Bayi tersebut mendapatkan hasil Negatif sesuai dengan hasil Swab, jadi kita berkesimpulan jika itu tertular dari ayahnya, yang kebetulan ikut dalam pesta Kapurung itu,”terangnya.
Halwatiah menyebut penyebaran virus Corona di Kota Parepare meningkat sejak beberapa hari terakhir. Kasus Corona di Parepare diketahui berasal dari klaster kapurung, klaster Lambelu dan klaster Maros.
“Sudah 16 warga yang positif COVID-19, dari klaster Lambelu sudah berakhir. Kini kita menghadapi transmisi lokal dari klaster kapurung dan masih ada potensi penyebaran dari kasus lain di pasar Lakessi,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe, tidak henti-hentinya mengimbau kepada masyarakat Kota Parepare, agar tetap menahan diri, dan tidak bertingkah dengan membahayakan orang lain dan diri sendiri.
“Tahan egois jangan karena kepentingan pribadi kita sampai melabrak edaran yang ada, bahkan kita bisa saja bersifat egois yang bis membahayakan orang banyak,”tegasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
