Terkini.id, Brebes – Peristiwa pasien covid-19 kabur dari rumah sakit terjadi di Jakarta. Parahnya, pasien tersebut kemudian mudik ke kampungnya, di Brebes.
Warga di Desa Sengon, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah itu akhirnya dievakuasi petugas Gugus Tugas COVID-19 ke RSUD Brebes untuk menjalani isolasi. Warga ini disebut kabur dan mudik saat menjalani perawatan di rumah sakit di Jakarta.
“Ada laporan dari Jakarta bahwa ada orang (warga Desa Sengon) yang seharusnya dirawat karena positif tapi hilang. Bisa dikatakan melarikan diri dari rumah sakit,” kata Ketua Gugus Tugas COVID-19 Kecamatan Tanjung, Adhi Supriadi, Senin 25 Mei 2020 seperti dikutip dari detikcom.
Keterangan yang diperoleh menyebutkan, pria berinisial S (44) dilaporkan kabur saat menjalani perawatan di rumah sakit di Kemayoran, Jakarta pada 20 Mei lalu. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang ini tiba di rumah di Brebes pada 22 Mei pukul 07.00 WIB.
Saat kabur, warga itu berstatus pasien dalam pengawasan (PDP) dan tinggal menunggu hasil swab. Tidak lama, kata Adhi, hasil swab keluar pada 23 Mei 2020 dengan hasil positif.
- Gojek dan Yayasan GoTo Merah Putih Beri Beasiswa S1 untuk Ratusan Mitra Driver dan Keluarga
- Pertamina Pastikan Pasokan BBM Aman Selama PENAS Petani Nelayan XVII di Gorontalo
- Pemkot Makassar Kukuhkan 47 Kepala Puskesmas Definitif, Perkuat Layanan Kesehatan Masyarakat
- BMKG: Sejumlah Wilayah Sulsel Berpotensi Diguyur Hujan Ringan Hari Ini 17 Juni
- Minta Maaf Secara Terbuka, Kapolres Jeneponto Jamin Berikan Sanksi Tegas Polis yang Intimidasi Wartawan
“Hasil swab keluar dari rumah sakit pada 23 Mei 2020 dan dinyatakan positif COVID-19,” ungkapnya.
Dari keterangan yang diperoleh petugas, tiga hari sejak kedatangan di rumah keluarga, pria ini tidak melapor ke petugas Gugus Tugas desa setempat. Bahkan sempat bepergian ke sejumlah tempat.
“Selain menjalin kontak dengan anggota keluarga di rumah, S ini sempat pijat dan mendatangi seseorang untuk membayar utang. Dia juga waktu pulang satu mobil dengan empat penumpang travel lain,” terang Adhi.
Berdasarkan laporan dari pihak rumah sakit itu, Gugus Tugas Kecamatan Tanjung mendatangi rumah S. Petugas kemudian membawa S ke RSUD Brebes untuk menjalani isolasi.
Gugus Tugas kemudian menindaklanjuti dengan melakukan tracing di lingkungan desa. Diperoleh keterangan, selama tiga hari tinggal di desa, S sempat keluar dan berinteraksi dengan orang lain selain anggota keluarganya.
“Tadi sudah dilakukan tracking. Kami dapat delapan nama. Tiga orang itu anggota keluarga, dan lima orang lainnya bukan keluarga. Lima orang ini termasuk tukang pijat, tukang becak dan warga desa yang didatangi saat S akan membayar utang,” beber Adhi.
Nama-nama ini belum termasuk orang yang satu mobil dengan S saat mudik.
Sementara, untuk mencegah penularan COVID-19 di tengah warga Desa Sengon, Gugus Tugas bekerja sama dengan pihak desa melakukan karantina mandiri terhadap orang-orang yang sempat menjalin kontak dengan S. Selama 14 hari ke depan, mereka diawasi sepenuhnya oleh desa dengan melibatkan anggota karang taruna.
“Kami libatkan semua relawan termasuk karang taruna desa untuk mengawasi. Untuk keperluan makan sehari-hari, dibantu oleh desa. Tadi sudah didrop beras satu karung, telur ayam, mi instan dan buah-buahan. Termasuk gas LPG kita suplai semua,” tutur Kepala Desa Sengon, Ardi Winoto.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
