Dukung Desakan Rekan Jokowi Soal Bersih-Bersih Kabinet, PKS:Jangan Berbasis Emosi, Apalagi Bisikan

Dukung Desakan Rekan Jokowi Soal Bersih-Bersih Kabinet, PKS:Jangan Berbasis Emosi, Apalagi Bisikan

R
Helmi Yaningsi
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – PKS mendukung permintaan bersih-bersih kabinet yang dilontarkan sekumpulan teman seperjuangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kabinet hak prerogatif Presiden. Monggo saja jika mau reshuffle atau bersih-bersih. Tapi Presiden mesti lakukan dengan saksama,” kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera, Sabtu 6 November 2021.

Selanjutnya Mardani mengatakan bersih-bersih kabinet harus dilakukan sesuai key performance indicator (KPI) yang dibuat Jokowi bagi para menterinya. Menurutnya, bersih-bersih kabinet jangan cuma dilakukan atas dasar emosi atau bisikan.

“Jangan berbasis emosi, apalagi bisikan. Mudah saja, lihat siapa yang mencapai KPI. Jangan cuma popularitas, tapi juga integritas dan kapasitas,” ucapnya.

Lebih lanjut anggota Komisi II DPR ini meminta Jokowi berfokus pada sisa 3 tahun pemerintahannya. Dia mengingatkan bahwa banyak yang bisa memulai, tetapi sedikit yang bisa mencapai garis finis.

“Terakhir, Pak Jokowi mesti fokus. Waktu yang tersedia tinggal 3 tahun. Mesti punya prioritas yang tuntas. Banyak yang bisa memulai perjalanan, tapi sedikit yang sampai ke garis finis memberikan warisan terbaik bagi anak-cucu,” katanya.

Dikabarkan sebelumnya bahwa sekumpulan teman seperjuangan Presiden Jokowi di dunia politik berkumpul. Mereka mengaku telah menemani Jokowi dalam menggalang kekuatan politik akar rumput dan media hampir satu dekade.

Pada pertemuan tersebut, teman seperjuangan Jokowi mendesak bersih-bersih kabinet dan pemerintahan.

Sebagai informasi seperti yang dilansir dari Detikcom, bahwa teman seperjuangan Jokowi berkumpul di Bilangan Jakarta Selatan pada Kamis, 4 November lalu. Teman seperjuangan Jokowi terdiri atas ProJo, Seknas Jokowi, Bara-JP, Kapt, Almisbat, RPJB, Duta Jokowi, RKIH, hingga JoMan.

Dikabarakan bahwa pertemuan ini diadalah atas kegelisahan melihat perkembangan situasi politik pemerintahan yang gamang dalam penanganan lanjutan COVID-19 dan pemulihan ekonomi nasional.

“Soal vaksin berbayar, isu perburuan rente di balik kebijakan tes PCR dalam moda transportasi publik, dan sampai perilaku beberapa oknum menteri yang terlalu kentara ingin menjadi capres/cawapres di 2024,” demikian keterangan tersebut.

Para peserta pertemuan bersepakat menamakan diri mereka Kelompok Kerja Pendukung Jokowi (KKPJ).

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.