Masuk

Desak Pemerintah Telusuri Penyebar Isu Pembubaran MUI, PKS: Ini Merusak Keharmonisan

Komentar

Terkini.id, JakartaSyahrul Aidi Maazat, Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mendesak pemerintah untuk menelusuri pihak yang mempelopori kampanye pembubaran MUI buntut penangkapan salah satu anggota diduga teroris.

Menurut Syahrul, isu tersebut terlalu sensitif dan telah memanaskan ruang publik, berpotensi merusak keharmonisan masyarakat.

“Siapa yang membuat panas ruang publik karena penangkapan ulama. Karena isu seperti ini akan merusak keharmonisan kehidupan bernegara ke depannya,” ujar Syahrul, Senin 22 November 2021, dikutip dari CNN.

Baca Juga: PKS Optimistis Koalisi bersama NasDem dan Demokrat akan Terbentuk Solid

Anggota Komisi V DPR itu meminta pemerintah hati-hati soal isu pembubaran MUI. Menurut dia isu penangkapan ulama, yang kini menggelinding pada pembubaran MUI adalah isu yang cukup merisaukan.

Ia khawatir dan tak mengetahui arah dari isu tersebut. Namun, Syahrul menilai pembubaran MUI, jika dilakukan adalah langkah yang berlebihan.

“Kita tidak tahu narasi seperti apa dan ending bagaimana yang diharapkan oleh oknum yang mengembuskannya. Menurut kita ini berlebihan,” katanya.

Baca Juga: Delapan Partai Parlemen Kompak Tolak Sistem Proporsional Tertutup

Wacana pembubaran MUI ramai di media sosial buntut penangkapan salah satu anggota Komisi Fatwa MUI Ahmad Zain an-Najah oleh densus 88 pada Selasa 11 November 2021 lalu. Zain sudah dinonaktifkan sebagai pengurus MUI.

Meski demikian, pemerintah telah mengambil sikap dan menilai bahwa isu tersebut berlebihan. Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menepis dugaan bahwa pemerintah terlibat dalam wacana itu lewat Densus 88.

“Itu berlebihan. Justru kita menelusup dan menelisik ke berbagai tempat. Kan bukan hanya di MUI, di tempat lain banyak, orang seperti itu di mana-mana banyak. Tapi kalau harus bubarkan MUI itu berlebihan,” kata Mahfud, Sabtu 20 November 2021.