Dukung Industri Kreatif, Dokter Fadli Sambangi Barbershop

Bakal Calon Walikota Makassar, Dokter Fadli Ananda potong rambut di barbershop.

Terkini.id — Bakal Calon Walikota Makassar, Dokter Fadli Ananda memberikan dukungan terhadap perkembangan industri kreatif di Kota Makassar.

Salah satunya berkunjung ke Cartenz Barbershop, yang bergerak di jasa pemotongan rambut khusus pria.Dalam kunjungan tersebut, Dokter Fadli bersama anak lelakinya, Neymar didampingi tim energi baru disambut baik oleh managemen Cartenz Barbershop, Jumat 6 Desember 2019.

Dokter Fadli menyampaikan, Industri Kreatif Kota Makassar saat ini mulai diperhitungkan, sehingga diperlukan inovasi baru yang disesuaikan dengan keinginan masyarakat saat ini.

“Para pelaku industri kreatif jangan cepat merasa puas, karena sekarang para pelaku industri kreatif di Indonesia berlomba-lomba untuk menunjukkan karya terbaiknya. Kalau sampai lengah, kita bisa kembali menjadi yang terbelakang,” katanya.

Sementara itu, Manager Cartenz, Albar mengungkapkan banyak terima kasih atas apresiasi yang diberikan Dokter Fadli Ananda kepada industri kreatif di Kota Makassar, khususnya jasa barbershop.

Baca juga:

“Sudah saatnya Kota Makassar butuh anak muda yang mampu membuka mata untuk melihat seluruh sisi penting yang ada di Kota Makassar. Apalagi, saya melihat selama ini belum ada figur yang mampu sepenuhnya mendukung kemajuan industri kreatif di Kota ini,” ungkap Albar.

Kunjungan tersebut juga diselingi dengan potong rambut bersama tim energi baru dan bincang-bincang santai antara Dokter Fadli dan manajemen Cartenz Barbershop.

Komentar

Rekomendasi

Pj Wali Kota Tegaskan Pemerintah Daerah Tak Punya Wewenang Tetapkan New Normal

Masih Zona Merah, Mal di Makassar Belum Dibolehkan Beroperasi

Bahas Ketahanan Kota Pasca Pandemi, IKA PWK Unhas Siap Gelar Webinar

Dishub Makassar Imbau Pengendara dan Pengusaha Angkutan Tetap Jalankan Protokol

Update 1 Juni Pasien Corona Covid-19 di Makassar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar