Terkini.id, Malang – Kisah perjuangan seorang guru honorer di Malang, Jawa Timur, Dwi Haryadi patut diacungi jempol. Pasalnya, meski bergelar sarjana ia tetap bersedia menjadi tukang sampah.
Profesi sebagai tukang sampah tersebut telah dijalani Dwi sejak ia masih kuliah di semester dua silam.
Menurutnya, dua profesi yang tengah ia jalani itu sebagai bentuk pengabdian dirinya kepada masyarakat dan orang-orang di sekitarnya.
Dwi menceritakan, awalnya ia merantau dari Probolinggo ke Malang sejak tahun 90-an.
Demi mencukupi kebutuhan hidup serta melanjutkan pendidikannya, ia pun rela menjadi tukang sampah.
- Bupati Andi Utta Apresiasi KM Bulukumba di Rantau yang Konsisten Berkurban untuk Kampung Halaman
- Perjalanan Telkomsel Selama 31 Tahun Menjaga Semangat 'Melayani Sepenuh Hati'
- Kisah Haru Opa Liu, Warga Kelahiran Makassar yang Bangun "Indonesia Kecil" di Tiongkok
- MaxOne Hotel & Resort Makassar Gelar Salat Ied dan Salurkan Daging Kurban ke Warga Sekitar
- PDIP Sulsel Salurkan 151 Hewan Kurban, Ridwan Andi Wittiri: Kurban Wujud Kesalehan Sosial
Setelah lulus kuliah pada 2001, Dwi tak meninggalkan profesi tukang sampah tersebut.
Selanjutnya, dia mengajar di SD Negeri Saptorenggo 3, Kecamatan Pakis sebagai guru honorer.
Meski telah bergelar sarjana dan menjadi guru, namun Dwi tetap menjalani pekerjaan sebagai tukang sampah selama 23 tahun.
“Karena jadi tukang sampah ini juga saya bisa sampai lulus kuliah, jadinya saya teruskan sampai sekarang,” ujar Dwi seperti dilihat dalam tayangan video di kanal YouTube Aksi Cepat Tanggap (ACT), Selasa 13 Oktober 2020.
Sehari-harinya, Dwi bersiap menuju tempat pembuangan sampah di dekat Velodorm Malang, Jawa Timur seusai salat subuh.
Ia pun berkeliling ke kampung-kampung untuk mengambil sampah rumah tangga di pemukiman perkampungan tersebut.
“Selain ngajar sih banyak sih pekerjaan saya. Contohnya mulai dari subuh bangun tidur, habis salat kemudian jadi tukang sampah. Ngambil sampah di kampung,” ujar Dwi.
Setelah melakoni pekerjaan tukang sampah tersebut, pada pagi harinya ia menjalankan tugasnya sebagai guru honorer di SD Negeri Saptorenggo 3, Pakis, Malang, Jawa Timur.
Di sekolah tersebut, Dwi mengajarkan murid-muridnya mata pelajaran bahasa Inggris, sesuai dengan jurusannya semasa kuliah.
Apa yang dilakukan Dwi Haryadi tersebut patut diacungi jempol. Pasalnya, meski telah menjadi guru honorer, ia tetap bersedia mengabdi kepada masyarakat sebagai tukang sampah demi kebersihan lingkungan warga.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
