Terkini, Makassar – Di balik kemenangan dramatis PSM Makassar atas Shan United dalam lanjutan ASEAN Club Championship, tersimpan sejumlah persoalan mendasar yang tengah dihadapi Juku Eja. Kedalaman skuad yang tidak merata dan persiapan yang minim menjadi tantangan tersendiri bagi tim asuhan Bernardo Tavares.
Pelatih asal Portugal itu terpaksa merotasi pemain inti dan mengandalkan sejumlah pemain muda.
“Ini adalah skuad kedua kami. Terlihat jelas perbedaannya dengan tim utama,” ungkap Tavares. Keputusan ini diambil menyusul sejumlah cedera yang dialami para pemain pilar.
Tavares mengakui bahwa para pemain mudanya masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan ritme permainan yang lebih tinggi.
“Mereka butuh waktu untuk berkembang dan belajar dari kesalahan mereka,” ujarnya.
- Dari Sekolah ke Sekolah, Honda Hype School Dekatkan Honda dengan Generasi Muda
- Kepala Badan P2SDM Kemenhut Kukuhkan 102 Siswa Baru SMK Kehutanan Negeri Makassar
- Cabor Sepak Bola dan Futsal Putri Akhirnya Diikutsertakan pada Porprov Sulsel 2026
- Honda Hype School Perluas Edukasi Safety Riding ke Pelajar di Tiga Daerah
- Bukan Sekadar Otomotif, Honda Experience Day Asmo Sulsel Kumpulkan 40 Kantong Darah
Meskipun demikian, pelatih berlisensi UEFA Pro ini tetap optimistis dengan potensi para pemain muda binaannya.
Pergantian posisi Yuran Fernandes menjadi salah satu sorotan dalam laga tersebut. Kapten PSM ini ditarik lebih ke depan untuk membantu lini serang. Strategi ini terbukti efektif dengan dua assist yang ia berikan. Namun, eksperimen taktik ini juga membuka celah di lini belakang yang hampir membuat PSM kehilangan poin.
“Kami akan terus menggunakan dia di posisi ini ke depannya,” tegas Tavares.
Keputusan ini diambil berdasarkan kebutuhan tim akan pemain dengan postur tinggi yang mampu memenangkan duel udara.
Persiapan Minim, Hasil Maksimal
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
