Terkini, Makassar – Kampanye hitam dan serangan negatif tampaknya tak menggoyahkan elektabilitas pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman dan Fatmawati Rusdi.
Meski pasangan ini kerap menjadi sasaran serangan, berbagai survei menunjukkan elektabilitas mereka tetap stabil dan sulit disaingi.
Pengamat politik Universitas Negeri Makassar, Muhammad Rhesa, menilai bahwa efek kampanye negatif di Sulawesi Selatan relatif minim.
Menurut Rhesa, pemilih kini semakin cerdas memilah informasi, termasuk dalam menyikapi isu-isu miring yang belum tentu benar.
“Publik sudah berpengalaman dalam berbagai kontestasi politik, sehingga serangan negatif dianggap sekadar bagian dari strategi politik. Mereka tidak serta-merta menjadikannya alasan untuk mengubah pilihan,” ujar Rhesa.
- UMI Masuk Tiga Besar Kampus Terbaik di Makassar Versi SINTA 2026, Prof Hambali: Buah Ketulusan Sivitas Akademika
- Daftar Kampus Terbaik di Makassar Versi SINTA 2026, UNM Peringkat Kedua
- Tebar 45 Ekor Sapi Kurban, Ridwan Wittiri: Idul Adha Momentum Perkuat Solidaritas dan Kemanusiaan
- RS UIN Alauddin Resmikan Kerja Sama Pelayanan dengan BPJS Kesehatan
- RS UIN Alauddin Resmi Layani Pasien BPJS, Siapkan 70 Tempat Tidur dan Standar KRIS
Ia menambahkan, masyarakat cenderung memiliki preferensi politik yang kuat bahkan sebelum masa kampanye.
“Serangan yang muncul mendekati pemilihan tak cukup kuat untuk menggoyahkan pandangan yang telah terbentuk lama. Isu yang tidak merugikan langsung masyarakat juga tak terlalu berpengaruh,” tambahnya.
Bahkan, menurut Rhesa, respons yang tepat terhadap kampanye hitam bisa memunculkan empati publik, yang berpotensi justru memperkuat dukungan bagi kandidat yang diserang.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
