Terkini.id – Wakil Gubernur Sulsel, Andi Sudirman menjadi salah satu narasumber dalam acara Simposium Dies Natalis ke-64 Universitas Hasanuddin.
Adapun topik materi yang dibahas Andi Sudirman adalah kesiapan pemerintah Sulsel menghadapi Pandemi Covid-19″.
Acara yang dibuka Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin mengusung tema “Mengokohkan Peran Unhas sebagai Humaniversity dalam Adaptasi Kebiasaan Baru”.
“Kami bersama bapak Gubernur selalu berkomitmen untuk menjamin dalam menghadapi dan pencegahan Covid-19, serta dalam beradaptasi kebiasaan baru,” Andi Sudirman.
Dirinya menyebut, bahwa pandemi Covid-19 ini mulai muncul di Sulsel pada bulan Maret lalu.
- Asmo Sulsel Gelar Honda Premium Matic Day 2026 di Maros Selama Tiga Hari
- Semen Tonasa Raih Penghargaan pada HUT ke-66 Pangkep, Buktikan Kontribusi Nyata bagi Daerah
- Perambahan Hutan di Kawasan PPKH, Gakkum Imbau Laporkan untuk Diproses Hukum
- Bank Mandiri Gelar Donor Darah Massal di Makassar, Libatkan 2.800 Pendonor Secara Nasional
- Kisah Bupati Lutim: Menunda Kuliah, Jadi Sopir, Lalu Raih Cumlaude
Awal masuknya Covid-19 di Indonesia, kata dia Pemprov Sulsel bergerak cepat. Dengan melakukan konsolidasi lintas instansi, pembentukan Gugus Tugas Penanganan Covid-19, serta melakukan kebijakan refocusing (realokasi) anggaran kerjasama dengan lintas sektor.
“Pemprov Sulsel pun melakukan upaya dengan menggelar rapat maraton membuat kebijakan untuk proses pemulihan penanggulangan Covid-19. Serta melakukan rehabilitasi pembangunan rumah sakit di Sulsel untuk penanganan Covid-19,” tutur Sudirman.
Mengingat Pemprov Sulsel menyiapkan rumah sakit rujukan menangani pasien Covid-19 di Makassar. Namun masih ada beberapa RS di daerah yang memiliki RS untuk melayani pasien Covid-19. Dan rujukan dilakukan jika RS daerah tidak cukup memadai atau tidak bisa menangani pasien Covid-19.
“Pemprov Sulsel menyiapkan program wisata covid-19. Dengan menyiapkan hotel-hotel sebagai tempat karantina ODP maupun OTG,” kata Sudirman.
Ia menyampaikan juga bahwa awal mulanya kenaikan pasien covid-19, sempat dilakukan pembatasan sosial (social distancing). Hingga membuat ekonomi menurun. Salah satunya, bisnis perhotelan. Banyak yang tutup dan merumahkan karyawannya.
“Kami (Pemprov Sulsel) mengambil langkah membuka isolasi di Makassar, dengan memberdayakan hotel. Melalui program wisata Covid-19 yang dipusatkan di Kota Makassar. Dengan merujuk ODP yang bersentuhan (kontak) positif, jika RS daerah tidak cukup memadai atau tidak bisa menangani pasien Covid-19, maka dirujuk ke Wisata Covid-19,” urainya.
Dengan memusatkan lokasi isolasi, para pasien bisa ditangani dengan baik. Didampingi tenaga kesehatan yang mengontrol gizi dan olahraga.
Tak hanya menggerakkan perekonomian pada hotel, juga terhadap UKM, bagi katering yang menyiapkan makanan yang bergizi untuk pasien yang dikarantina.
“Duta wisata covid-19 ini, lanjutnya, bisa memberikan edukasi ke masyarakat terkait gejala dan pencegahan Covid-19,” tambahnya.
Ia mengaku, Pemprov Sulsel telah membuat Peraturan Gubernur Sulawesi Selatan Nomor 60 Tahun 2020 tentang Penerapan Disiplin dan Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Sebagai Upaya Pencegahan dan Pengendalian Corona Virus Disease 2019 Provinsi Sulawesi Selatan.
Disebutkan juga bahwa saat ini rumah sakit yang menangani Covid-19 mulai menurun. Angka reproduksi (rt) di Sulsel pun sudah mulai memperlihatkan angka dibawah 1.
“Alhamdulillah. Kami harap kosong (pasien covid-19). Dan tidak ada lagi pasien),” ujarnya.
Andi Sudirman menyebutkan, Pemprov Sulsel massif untuk tes swab, terlebih sudah ada beberapa laboratorium PCR. Bahkan Pemprov kini memiliki mobil PCR tes.
Dalam massive contact tracing, kata orang nomor dua di Sulsel ini, pemprov melibatkan 700 tenaga surveilans kesehatan terlatih dalam penyelidikan epidemiologi dan pelacakan kontak, 100 tenaga relawan dalam membantu PE dan pelacakan kontak di wilayah Kota Makassar kolaborasi dengan Universitas Hasanuddin dalam penyiapan tenaga relawan pelacak kontak.
“Sinergi, kolaborasi dan solidaritas adalah kunci melawan pandemic covid-19. Sinergi dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota, Forkopimda, LSM, Pihak swasta dan dunia usaha; semua unsur dan elemen terlibat mulai dari tenaga medis, relawan, toga-toma, TNI-Polri, akademisi; serta saling mendukung dan saling percaya,” imbuhnya.
Terakhir, Andi Sudirman mengucapkan, terima kasih kepada bapak Wakil Presiden, Universitas Hasanuddin, Mendagri, Menkes yang selama ini dalam berpartisipasi memberikan arahan, masukan dan instruksi kajian-kajiannya yang kemudian dibuat sebagai kebijakan.
Diketahui Kepala Pusat Penerangan Kemendagri, Benni Irwan yang mewakili Mendagri sempat merilis peta epidemologi Covid-19. Dimana Sulsel masuk kategori resiko sedang. Yang terdiri dari 13 Kabupaten/Kota yang resiko rendah dan 11 Kabupaten/Kota sedang.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
