Emosi Dituduh Buzzer Pemerintah, Ade Armando: Ngakunya Ulama Tapi Mulutnya Penuh Fitnah

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Ade Armando geram dengan pernyataan seorang pria diduga ulama yang menuduhnya sebagai buzzer yang dibayar oleh pemerintah.

Ade Armando lewat cuitannya di Twitter, Sabtu 13 Maret 2021, menilai mulut ulama itu penuh dengan fitnah.

“Ngakunya ulama. Tapi mulutnya penuh fitnah,” geram Ade Armando.

Baca Juga: Ade Armando: Anies Akan Tetap Maju sebagai Capres 2024 Terlepas...

Ia pun mengaku heran mengapa dirinya dituduh buzzer bayaran pemerintah oleh ulama itu. Bahkan, ia dituding hendak menghancurkan Islam.

“Kok saya dituduh buzzer yang dibayar langsung oleh pemerintah untuk menghancurkan Islam,” ujar Ade Armando.

Baca Juga: Makjleb! Ade Armando Sindir Rocky: Kalau Cuma Teriak Buzzar-Buzzer, Itu...

Selain itu, kata Ade, ia juga dituduh digaji oleh pemerintah sebanyak Rp74 miliar untuk melakukan hal tersebut.

“Gaji kami katanya Rp 74 Miliar dan diambil dari APBN. Allah tidak tidur Pak,” ucapnya.

Ade Armando dalam cuitannya itu juga menyertakan video ulama tersebut yang tampak tengah berceramah di depan jemaah.

Baca Juga: Makjleb! Ade Armando Sindir Rocky: Kalau Cuma Teriak Buzzar-Buzzer, Itu...

Dalam video itu, terdengar pendakwah yang belum diketahui identitasnya tersebut menuding bahwa pemerintah telah mendirikan kelompok buzzer untuk memperkuat sekulerisme di Indonesia.

“Pemerintah sekarang untuk memperkuat sekulerisasi di Indonesia yaitu mendirikan kelompok buzzer,” kata ulama itu.

Penceramah yang tampak berjenggot lebat dan mengenakan kopiah putih itu juga menyebut sejumlah nama buzzer, termasuk Denny Siregar yang ditudingnya telah digaji oleh pemerintah senilai miliaran rupiah.

“Ade Armando, Abu Janda, Denny Siregar dan lain-lain. Digaji langsung dari pemerintah ambil dari APBN. Berapa gajinya buzzer itu? Rp74 miliar,” ungkapnya.

Ia juga membeberkan bahwa tugas para buzzer yang digaji oleh pemerintah itu yakni untuk menghancurkan Islam.

“Tugasnya apa buzzer-buzzer itu? Menghancurkan Islam di Indonesia,” ujarnya.

Bagikan