Terkini.id, Jakarta – Epidemiolog ini imbau belanja offline untuk orang yang sudah divaksin lengkap. Salah satu poin penting dalam penerapan protokol kesehatan atau prokes 5M adalah menjauhi kerumuman.
Kerumunan menjadi salah satu cara mengurangi penyebaran virus corona selain poin dalam 5M lainnya seperti memakai masker, mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak aman, dan mengurangi mobilitas.
Oleh karena itu, aktivitas sosial dan ekonomi diimbau dapat dilakukan secara digital, termasuk berbelanja atau shopping.
Hal tersebut diungkapkan Epidemiolog dari Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Jumat 6 Agustus 2021 kemarin.
Ia menuturkan, untuk belanja kebutuhan sehari-hari masyarakat juga diimbau melakukannya seminggu sekali atau bahkan lebih.
- Sandiaga Uno Minta Wisatawan Untuk Tingkatkan Kewaspadaan Setelah PPKM Dicabut
- Ahli Epidemiologi Imbau Masyakarat Lengkapi Vaksin dan Terus Lakukan Protokol Kesehatan
- Corona Naik Lagi, Kasus Terbaru Tembus 5.089
- Adakah Penyekatan Pada Mudik Lebaran Tahun Ini?
- Pamer Strategi Gotong Royong Tangani Covid 19, Jokowi: Tidak Ada di Negara Lain
“Di sini sedang lockdown ya, kita belanjanya itu bisa seminggu sekali atau lebih. Kebutuhan dalam seminggu lebih sekali belanja,” pesan Dicky, seperti dilansir dari kontan.co.id, Sabtu 7 Agustus 2021.
Ia kembali mengimbau, saat kondisi positivity rate di Indonesia yang masih tinggi, masyarakat dianjurkan dapat berbelanja secara online.
Jika misalkan terpaksa harus keluar untuk berbelanja, imbuh Dicky, disarankan jangan dilakukan setiap hari. Ada baiknya yang pergi berbelanja adalah mereka yang sudah mendapatkan vaksinasi lengkap dan tidak memiliki komorbid.
“Ketika memang terpaksa harus keluar rumah belanja offline, pertama pastikan sebaiknya yang keluar rumah itu sudah (mendapat) vaksin lengkap, tidak memiliki komorbid, kemudian juga menerapkan 5M dan pergi pada waktu yang orang nggak banyak keluar,” imbaunya.
Menurut Dicky, yang paling penting ketika akan berbelanja secara offline adalah sudah menentukan apa saja yang akan dibeli dan kemana saja tujuannya.
Pasalnya, berbelanja offiline tidak bisa dilakukan beramai-ramai mengajak anggota keluarga lainnya terutama anak kecil.
Atas kondisi saat ini, masyarakat sudah tak bisa lagi melakukan window shopping.
“Nggak bisa kita oh nanti mau lihat-lihat dulu di sana lalu ke sini. Harus sudah ditentukan mau belanja apa dan di mana. Kalau bisa kurang dari 30 menit lebih bagus. Kalau kelihatan ramai tempatnya, ya jangan dulu. Tunggu sampai sepi atau paling tidak bisa jaga jarak,” pesan Dicky.
Sementara itu, untuk berbelanja online sebaiknya tidak langsung menerima pesanan secara langsung dari kurir. Dicky menyarankan untuk menghindari kontak langsung. Sebaiknya pesanan dapat ditaruh di teras atau lokasi yang sudah ditentukan.
“Pesanan mungkin taruh di mana dulu, kita ambil saat jeda waktunya. Ini tuh masalah sirkulasi, misalnya di situ angin kecepatannya sangat kecil maka kalau barang sudah diletakkan lebih dari 15 menit kita bisa ke situ ambil. Apakah perlu disemprot? Ya enggak, kan yang dihindari itu adalah kontak langsung,” katanya.
Adapun untuk belanjaan yang dibeli secara offline, Dicky menyarankan dapat dicuci terlebih dulu terutama untuk sayuran dan lainnya.
Menurut Dicky, pada dasarnya Covid-19 tidak menular melalui air ataupun makanan melainkan melalui udara dan droplet.
Selain itu masyarakat juga dihimbau untuk rajin mencuci tangan dengan sabun sebelum dan sesudah memegang sesuatu.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
