Sudah 5 Bulan Tidak Bertemu Keluarga, Demi Jenasah Covid-19

Personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel yang tergabung dalam tim pengawal, sekaligus pengubur jenazah Covid-19

Terkini.id, Makassar – Sudah 5 bulan, 18 Personel Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sulsel yang tergabung dalam tim pengawal, sekaligus pengubur jenazah Covid-19 tidak pulang ke rumah.

Rindu pada keluarga hanya dapat dicurahkan melalui sambungan telepon. Saat ada waktu luang menunggu jenasah.

Sebagai bentuk bhakti Brimob untuk masyarakat, 18 personel yang tergabung dalam tim pemulasaraan Gugus Tugas Penanganan Covid-19 melaksanakan tugas secara bergantian.

Sejak pandemi virus corona atau Covid-19 melanda Indonesia dan sejumlah orang di Makassar dinyatakan positif, 18 Personel Batalyon A Pelopor berada di barisan relawan. Berjibaku di rumah sakit menangani jenasah Covid-19.

Mereka melakukan penjemputan jenazah pasien Covid-19 di rumah sakit rujukan Covid-19 dan mengubur jenazah di TPU Macanda, Gowa.

Menarik untuk Anda:

Dantim pemulasaraan jenazah Batalyon A Pelopor Briptu Al Muhammad Zaman menjelaskan, anggota tim awalnya takut. Saat menerima permintaan untuk memakamkan jenasah PDP Covid-19.

“Pertama saya sebenarnya takut, tapi kembali lagi dengan keyakinan tulus dan ikhlas sebagai personel Polri. Khususnya Brimob untuk memberanikan diri, ini merupakan bentuk pengabdian kami sebagai anggota Brimob. Jiwa ragaku demi kemanusiaan, ini merupakan tugas mulia,” ungkap Al, Senin 13 Juli 2020.

Komandan Batalyon A Pelopor AKBP Darminto menuturkan, 18 personel yang tergabung dalam tim pemulasaraan jenazah adalah personel Batalyon A Pelopor yang diberi tugas khusus untuk kemanusiaan.

“Tugas mereka merupakan wujud Bhakti Brimob Untuk Masyarakat,” ujar Darminto.

Tak hanya itu, Batalyon A Pelopor juga memiliki tim pengamanan dan pengawal jenazah menggunakan peralatan PHH. Lengkap dari rumah sakit hingga ke TPU. Bertugas setiap hari selama 24 jam secara bergiliran.

Darminto menyampaikan, apa yang dilakukan oleh anggotanya, semata-mata sebagai tindakan kemanusiaan. Tentunya hal itu sesuai dengan protap atau prosedur kesehatan yang telah ditentukan.

“Semua pelaksanaan kegiatan sudah sesuai dengan protap. Hal itu semata – mata dilaksanakan sebagai tindakan kemanusiaan, sebagai wujud Bhakti Brimob Untuk Masyarakat,” ucap Darminto.

Komandan Satuan Brimob Polda Sulsel Kombes Pol Muhammad Anis mengatakan, sudah 5 bulan personel Satbrimob yang tergabung dalam gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 di Kota Makassar disiagakan 24 Jam. Untuk menjemput hingga memakamkan pasien Covid-19.

Anis mengatakan, personel tersebut
sudah dibekali dengan pengetahuan tentang pemulasaraan jenazah Covid-19. Jadi mereka bekerja sesuai dengan SOP atau standar yang telah ditetapkan.

“Ini merupakan wujud Bhakti Brimob yang tidak semua orang bersedia melaksanakannya,” tutup Anis.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Tak Hanya Hina Islam, Appolinaris Darmawan Juga Sebut Muhammad SAW Nabi Hoax

Viral Komentar Suami Sebut Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Harus Diurus

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar