Epidemiologi: Covid-19 di Makassar Tembus 1200-1800 Kasus Per Minggu

Epidemiologi: Covid-19 di Makassar Tembus 1200-1800 Kasus Per Minggu

K
A
Kamsah
Administrator

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Ketua Tim Epidemiologi Covid-19 Kota Makassar, Ansariadi mengatakan jumlah kasus Covid-19 rata-rata 1200 sampai 1800 per Minggu. Hal itu tidak menunjukkan perubahan berarti sejak pembatasan jam malam.

Upaya pemerintah dengan menerapkan pembatasan jam malam dinilai hanya mampu menunda peningkatan kasus. Pasalnya, kasus Covid-19 tidak menunjukkan adanya penurunan yang signifikan.

“Jadi kita antara 1800 sampai sekitar 1200 kasus baru per Minggu. Sekali lagi stagnan, tidak meningkat, tetapi tidak menurun,” kata Ansariadi, Selasa, 2 Februari 2021.

Kendati pembatasan jam malam belum mampu menurunkan kasus Covid-19, Ansariadi mengatakan hal itu setidaknya mencegah terjadi peningkatan yang eksponensial.

“Itu jauh lebih bagus dibandingkan terjadi kenaikan kasus sebelumnya,” terangnya.

Baca Juga

Satu bulan terakhir sejak pemberlakuan jam malam dari pukul 19:00 Wita ke 22:00 Wita, Ansariadi mengatakan tidak melihat adanya kenaikan kasus yang drastis. 

“Dibandingkan 2-3 Minggu sebelumnya tidak mengalami kenaikan eksponensial. Namun  jumlah kasus ini tetap tinggi,” kata Ansariadi.

Sebelumnya, Penjabat Wali Kota Makassar Rudy Djamaluddin justru mengklaim terjadi penurunan kasus Covid-19 selama pembatasan jam operasional hingga pukul 22:00 Wita. 

“Sudah kelihatan ada penurunan, baik korban yang meninggal maupun korban yang terpapar,” kata Rudy.

Menurutnya, pihaknya terus memikirkan berbagai opsi selain pembatasan jam malam. Bila dihentikan, kata dia, efek apa yang ditimbulkan.

“Supaya jangan terjadi peningkatan kembali,” pungkasnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.