Masuk

Petronas Selalu Untung, Erick Thohir: Pertamina dan Petronas Beda

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Erick Thohir selaku Menteri BUMN memberikan pendapatnya terkait Petronas dan Pertamina yang selalu dibandingkan satu sama lain.

Menurut Erick Thohir Pertamina dan Petronas tidak dapat disejajarkan satu sama lain. Hal ini disebabkan oleh Petronas yang memproduksi minyak sedangkan Indonesia adalah negara pengimpor minyak.

“Tidak bisa dibandingkan misalnya Pertamina dengan Petronas ya beda, karena Petronas masih produksi, kalau kita negara mengimpor, kondisinya beda,” ujar Erick Thohir di Jakarta, dikutip dari detikcom, Sabtu 6 Agustus 2022.

Baca Juga: Rekrutmen Bersama BUMN Batch II Telah Dibuka! Berikut Jadwalnya

Erick Thohir juga menjawab soal berita mengenai Pertamina yang selalu mengalami kerugian.

Ia mengungkapkan bahwa selama ini pemerintah selalu berjuang untuk membuat arus kas dalam posisi yang stabil.

Oleh karena itu, dirinya menyangkal bahwa Pertamina menderita kerugian. 

Baca Juga: Erick Thohir Diutus Cek Lokasi Pernikahan Putra Jokowi di Solo, Ada Pesta Rakyat untuk Wisatawan Lokal

Selain masalah kerugian, Erick Thohir juga menegaskan soal perbedaan definisi arus kas (cashflow) dan rugi.

“Sempet kemarin seakan-akan Pertamina rugi, bukan rugi, antara cashflow sama rugi itu berbeda. Cashflow itu artinya defisit karena uangnya belum diganti, uang subsidinya makanya secara cashflow defisit, tapi begitu diganti artinya cashflow Pertamina membaik, lalu rugi-labanya juga baik,” tutur Erick Thohir.

Erick Thohir menilai bahwa Pertamina selama ini selalu menjaga pasokan BBM yang ada di Indonesia.

Cara Pertamina untuk menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat adalah membentuk program BBM bersubsidi.

Baca Juga: Ibu Iriana Jadi Bahan Candaan, Ini Kata Erick Thohir

Namun demikian, hal ini bukan berarti dengan adanya kebijakan BBM Subsidi Pertamina tidak pernah menghemat.

“Itu yang kadang-kadang kita tentu Pertamina harus jaga bagaimana pelayanan kepada masyarakat tetap terjamin, mendukung program pemerintah yang namanya sekarang BBM subsidi tetapi bukan berarti Pertamina tak melakukan efisiensi di mana-mana,” ungkap Erick Thohir.

Sebagai informasi, PT Pertamina (Persero) memperoleh hujatan dari berbagai pihak terkait dugaan kerugian yang diderita sedangkan Petronas yang meraup keuntungan besar.

Diketahui Pertamina berhasil mencatatkan laba tahun 2021 sekitar Rp 29,3 triliun. Sedangkan pada saat yang sama Petronas memperoleh keuntungan hingga Rp 164,4 triliun.