Soal Erick dan Luhut Terlibat Bisnis Tes PCR, Ngabalin: Fitnah dari Orang yang Iri kepada Beliau Berdua
Komentar

Soal Erick dan Luhut Terlibat Bisnis Tes PCR, Ngabalin: Fitnah dari Orang yang Iri kepada Beliau Berdua

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin mengaku sudah mengonfirmasi kepada dua menteri, Luhut Binsar Pandjaitan dan Erick Thohir soal tudingan keterlibatan mereka dalam bisnis tes PCR.

Ngabalin menegaskan bahwa dugaan itu tidaklah benar dan hanyalah fitnah dari orang yang iri kepada kedua menteri tersebut.

“Saya sudah konfirmasi ke Pak Luhut dan Pak Erick. Tidak benar dan fitnah dari ory yang iri kepada beliau berdua,” kata Ngabalin melalui akun Twitter pribadinya pada Rabu, 3 November 2021.

Ngabalin juga mengatakan bahwa Luhut yang merupakan Menteri Koordinator Bidan Maritim dan Imvestasi (Menko Marves) adalah sosok yang sudah selesai dengan urusan dirinya. 

“Waktu, pikiran, dan tenaga serta pengalaman beliau dipersembahkan kepada bangsa dan negara dengan pengabdian beliau atas amanah dan kepercayaan negara kepada LBP,” kata Ngabalin.

DPRD Kota Makassar 2023
Baca Juga

Sebelumnya, Erick Thohir dan Luhut Binsar Pandjaitan disebut terlibat dalam pendirian perusahaan penyedia jasa tes Covid-19, PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI).

Hal ini disampaikan oleh Mantan Direktur Publikasi dan Pendidikan Publik Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Agustinus Edy Kristianto.

Edy menerangkan bahwa PT GSI lahir dari PT Toba Bumi Energi dan PT Toba Sejahtera, anak PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) yang sebagian kecil sahamnya dimiliki oleh Luhut.

Bukan hanya itu, katanya, PT GSI juga dilahirkan oleh PT Yayasan Adaro Bangun Negeri yang berkaitan dengan PT Adaro Energy Tbk (ADRO), yang 6,18 persen sahamnya dimiliki oleh saudara Erick Thohir, Boy Thohir.

Tuduhan keterlibatan bisnis tes PCR ini pun telah dibantah oleh pihak Luhut Binsar Pandjaitan dan juga Erick Thohir.

Juru Bicara Menko Marves, Jodi Mahardi membantah bahwa Luhut berbisnis tes PCR sejak awal pandemi.

“Tidak ada maksud bisnis dalam partisipasi Toba Sejahtra di GSI, apalagi Pak Luhut sendiri selama ini juga selalu menyuarakan agar harga tes PCR ini bisa terus diturunkan sehingga menjadi semakin terjangkau buat masyarakat,” ungkap Jodi pada Senin, 1 November 2021.

Adapun Staf Khusus Menteri BUMN, Arya mengakui bahwa Yayasan Adaro sebagai yayasan kemanusiaan memang memegang saham 6 persen di GSI.

Namun, menurutnya, Erick Thohir tidak lagi aktif di urusan bisnis dan yayasan sejak menjadi menteri BUMN.

“Jadi sangat jauh lah dari keterlibatan atau dikaitkan dengan Pak Erick Thohir. Apalagi dikatakan main bisnis PCR jauh sekali. Jadi jangan tendensius seperti itu, kita harus lebih clear melihat semua,” katanya pada Selasa, 2 November 2021, dilansir dari Kompas.