Terkini.id, Jakarta – Dugaan pembelokan sejarah sedang ramai diperbincangkan. Pasalnya, tidak ada nama Soeharto di dalam Keppres No 2/2022 tentang Hari Penegakan Kedaulatan Negara.
Penghilangan nama Soeharto dianggap pembelokan sejarah sebab Soeharto dianggap memiliki peran. dalam peristiwa tersebut.
Pembelaan ini diungkapkan oleh politikus Partai Gerindra Fadli Zon.
“Pak Harto orang kepercayaan Jenderal Sudirman. Perannya dalam Serangan Umum 1 Maret 1949 sangat besar dan vital,” katanya dikutip dari akun Instagram @fadlizon pada Minggu, 6 Maret 2022.
Menurutnya, dalam melihat peristiwa itu, jangan melupakan bahwa saat terjadinya peristiwa itu negara berada dalam Pemerintah Darurat RI (PDRI) yang dijalankan oleh Sjafroeddin Prawiranegara.
- BKSAP DPR Serukan Dunia Usir Israel dari Wilayah Palestina
- DPR RI Suarakan Isu Palestina di Forum Internasional
- Israel Serang RS Indonesia di Gaza, Fadli Zon: Tanda Nyatakan Perang terhadap Indonesia
- BKSAP DPR Ingatkan Krisis Gaza di Forum Parlemen G20
- BKSAP Soroti Respon Barat Cenderung Berpihak ke Israel: Harusnya Bersikap Adil dan Netral
“Yang orang lupa, waktu itu negara di tangan Pemerintah Darurat RI (PDRI) di bawah Sjafroeddin Prawiranegara dengan ibu kota di Bukittinggi. Ini strategi tunjukkan pada dunia RI masih ada,” ucapnya.
Sebaliknya, sosok yang disebut dalam Keppres tersebut dinilai Fadli Zon malah tidak banyak memiliki peran yakni Bung Karno dan Bung Hatta.
“Mari ajak diskusi/debat saja sejarawan di belakang Keppres itu. Kita bisa adu data dan fakta. Tapi jangan belokkan sejarah!” tulis akun @fadlizon.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
