Terkini.id, Jakarta – Anggota DPR RI Fadli Zon dengan blak-blakan salahkan Presiden Jokowi yang tak menegur Menag Yaqut Cholil Qoumas soal pernyataannya yang kontroversial.
Diwartakan sebelumnya, Yaqut Cholil Qoumas memberikan pernyataan yang kontroversial yang dengan menyebut bahwa Kemenag hadiah untuk kelompok Nahdlatul Ulama (NU).
Fadli Zon mengatakan bahwa sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan, Jokowi seharusnya peka terhadap hal demikian.
Menurut Anggota DPR RI itu, hal seperti pernyataan Menag Yaqut adalah berpotensi memecah belah persatuan Indonesia.
“Sebagai kepala negara sekaligus kepala pemerintahan, Presiden mestinya peka terhadap hal-hal yang bisa memecah belah kita sebagai bangsa,” ucap Fadli Zon, dilansir GenPi, Jumat, 29 Oktober 2021.
- BKSAP DPR Serukan Dunia Usir Israel dari Wilayah Palestina
- DPR RI Suarakan Isu Palestina di Forum Internasional
- Israel Serang RS Indonesia di Gaza, Fadli Zon: Tanda Nyatakan Perang terhadap Indonesia
- BKSAP DPR Ingatkan Krisis Gaza di Forum Parlemen G20
- BKSAP Soroti Respon Barat Cenderung Berpihak ke Israel: Harusnya Bersikap Adil dan Netral
Fadli Zon menilai bahwa Jokowi sama sekali tidak peka terhadap kontroversi yang dibuat oleh Menag Yaqut tersebut.
Seharusnya, kata Fadli Zon, dengan adanya kontroversi itu, Jokowi seharusnya peka dengan melayangkan teguran terbuka kepada Menag Yaqut.
“Kita tak melihat kepekaan itu ditunjukkan. Dalam konteks pernyataan Menteri Agama, misalnya, mestinya segera ada teguran terbuka,” paparnya.
Bukan tanpa alasan, Fadli Zon menilai bahwa teguran dari Jokowi sangatlah diperlukan agar dapat menjaga perasaan umat serta organisasi keagamaan yang lain.
“Seharusnya hal itu ditunjukan untuk menjaga perasaan umat serta organisasi keagamaan lain yang telah diesklusi oleh pernyataan ceroboh tadi,” tandas Fadli Zon.
Ia menyebut bahwa pernyataan yang dilontarkan oleh Menag Yaqut soal Kemenag hadiah untuk NU sangat mencolok dan bisa mengarah pada disintegrasi sosial.
“Pernyataan Yaqut yang menyebut Kementerian Agama hadiah negara untuk ormas keagamaan tertentu itu sangat mencolok,” tuturnya.
“Lantas siapa yang bisa mengarahkan kita pada persatuan? Justru pejabat semacam ini memecah belah,” pungkas Fadli Zon.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
