Terkini.id, Jakarta – Politisi Gerindra, Fadli Zon, baru-baru ini ‘menyemprot’ Densus 88 Antiteror Polri yang menyebut bahwa NII alias Negara Islam Indonesia wilayah Sumatra Barat (Sumbar), ingin melengserkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum 2024.
Menurut anggota DPR itu, pernyataan Densus 88 tersebut seperti mengada-ada hingga ia pun memperingatkan agar lebih fokus ke Papua saja menangani KKB dan OPM.
Dengan adanya pernyataan Densus 88, Fadli Zon menilai warga Minang, Sumatra Barat, terkesan disudutkan.
“Seperti mengada-ada,” tegas Fadli Zon kepada wartawan pada Senin ini, 18 April 2022, dikutip terkini.id via Voi.
“Jelas menyudutkan orang Minang, warga Sumbar.”
- BKSAP DPR Serukan Dunia Usir Israel dari Wilayah Palestina
- DPR RI Suarakan Isu Palestina di Forum Internasional
- Israel Serang RS Indonesia di Gaza, Fadli Zon: Tanda Nyatakan Perang terhadap Indonesia
- BKSAP DPR Ingatkan Krisis Gaza di Forum Parlemen G20
- BKSAP Soroti Respon Barat Cenderung Berpihak ke Israel: Harusnya Bersikap Adil dan Netral
Mantan Wakil Ketua DPR itu mengatakan, seharusnya Densus 88 fokus menangani permasalahan yang ada di Papua.
Pasalnya, Organisasi Papua Merdeka (OPM) lebih nyata memberontak bahkan menggunakan senjata dan menimbulkan korban.
“Seharusnya, Densus fokus di Papua karena ada OPM yang jelas-jelas memberontak dengan senjata dan sudah menimbulkan korban warga sipil dan aparat.”
Ia pun mengaku heran mengapa OPM tidak disasar oleh Densus 88 padahal sudah jelas aksinya meneror masyarakat.
“Mengapa yang jelas-jelas memberontak seperti OPM dibiarkan saja oleh Densus?” tanyanya.
“Koreksinya lihat ancaman yang nyata di Timur. Jelas ada kelompok bersenjata yang memberontak.”
Sebagai informasi, sebelumnya penyidik Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri mengungkapkan rencana jaringan Negara Islam Indonesia (NII) di Sumatera Barat.
Disebutkan, mereka berupaya untuk melengserkan pemerintah yang berdaulat sebelum tahun Pemilu 2024.
Hal itu didapat dari keterangan tersangka jaringan NII yang diberikan kepada penyidik serta barang bukti yang ditemukan di lokasi penangkapan.
“Barang bukti yang ditemukan juga menunjukkan sejumlah rencana yang tengah disiapkan oleh jaringan NII Sumatera barat, yakni upaya melengserkan Pemerintah yang berdaulat sebelum tahun Pemilu 2024,” terang epala Bagian Bantuan Operasi (Kabagbanops) Densus 88 Antiteror Polri Kombes Aswin Siregar kepada wartawan di Jakarta.
Densus menyebut jaringan NII Sumatera Barat memiliki visi-misi yang sama persis dengan NII Kartosuwiryo, yaitu mengganti ideologi Pancasila dan sistem pemerintahan Indonesia saat ini dengan syariat Islam, sistem khilafah, dan hukum Islam.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
