Masuk

Fahri Hamzah Ajak Partai Politik Benahi Sistem yang Bermasalah

Komentar

Terkini.id Jakarta – Politikus Fahri Hamzah angkat bicara soal kekhawatirannya akan pemilihan presiden 2024 nanti. Hal itu ia sampaikan pada laman Twitter pribadinya @Fahrihamzah pada 1 Agustus 2022.

Pada cuitannya tersebut, Fahri menyampaikan bahwa ia sangat serius menyikapi ajang pemilu 5 tahunan itu. Ia tak lagi fokus pada partai atau koalisi tertentu, namun fokus untuk melakukan sirkulasi serta pergantian pemimpin yang lebih baik. 

“Terkait situasi jelang pemilu 2024 yg saya sikapi scr serius, Saya tidak mau membahas partai tertentu atau koalisi tertentu, kepentingan kita dengan Pemilu 2024 adalah kepentingan nasional untuk melakukan sirkulasi dan pergantian Elit yang lebih baik bagi rakyat. #ArahBaru2024,” ungkap mantan Wakil Ketua DPR RI ini. 

Baca Juga: KPU Sulsel Umumkan Cara Penyerahan Bukti Dukungan Calon Anggota DPD RI

Menyambung dari cuitan pertama, Fahri kemudian juga menyampaikan rakyat harus terlibat dalam ajang pemilu. Karena menurut Fahri, pemilu merupakan cara damai untuk mengganti pemimpin oleh rakyat. 

“Sering saya ulangi bahwa dalam demokrasi, pemilihan Umum adalah cara damai mengganti pemimpin oleh rakyat. Karena itu rakyat harus terlibat dalam pesta ini, baik pada level nominasinya maupun pada tahapan election atau Pemilu nya. Jika tidak maka masalah legitimasi muncul,” ujar Fahri. 

Wakil Ketua Umum Partai Gelora ini pun juga menghimbau kepada partai politik (parpol) untuk senantiasa jujur dan meniadakan kebohongan. Parpol diminta untuk membuat aturan main yang mengandung unsur kejujuran. 

Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Jokowi Himbau Jangan Ada Gesekan Sosial dan Adu Domba Politik

“Maka kami mengajak betul untuk merenungkan kejujuran untuk mempersiapkan pergantian kepemimpinan dengan cara yang lebih baik dan Meniadakan kebohongan dan tipu menipu seperti yang terjadi sekarang ini. Aturan main harus mengandung kejujuran selain permainan itu sendiri”

Fahri menjelaskan terkait aturan main itu. Ia mengamati tentang aturan koalisi yang kosong. Menurutnya aturan koalisi kosong tidak ada manfaatnya untuk rakyat. 

“Misalnya tentang aturan koalisi yang kosong, Koalisi apapun yang terbentuk mustahil ada manfaatnya bagi rakyat karena semuanya itu tidak ada aturannya dan kita membiarkan prosesi politik yang mengambang tidak jelas.

Ia menilai, perbaikan pemilu di 2024 bukan soal koalisi namun soal pergantian elit yang lebih baik untuk rakyat. 

Baca Juga: Yusril Sebut Prabowo Berpotensi Menangkan Pilpres 2024 Jika Didampingi Jokowi Sebagai Cawapres

“Jadi intinya adalah perbaikan Pemilu 2024 bukan koalisi, apalagi istilah koalisi itu salah karena di dalam presidensial isme tidak ada istilah koalisi. Istilah koalisi itu adalah istilah dalam Parlementer bukan dalam Presidensil” ujar Fahri. 

Ia pun menghimbau parpol untuk move on dan perbaiki aturan dengan jelas dan jangan membuat aturan yang mempersulit diri sendiri. 

“Ayolah parpol pada move on, bikin terang jalan ke depan, perbaiki aturan main agar semua menjadi jelas. Jangan keluhkan hal2 yang kalian persulit  sendiri. Mau nyapres aturan dipersulit, uang sulit biaya pemilu dibuat mahal. #AyoMulaiDariNol, #AyoMoveOn menuju #ArahBaru2024,” himbau Fahri.