Sayangnya, Partai Politik mendapat tantangan besar karena generasi muda tidak teratarik untuk bergabung.
Hal ini sangat dikhawatirkan sebab jumlah pemilih mudah akan dominan pada Pemilu di tahun 2024 nanti.
“Parpol sebagai salah satu pilar penting dalam demokrasi justru saat ini mendapat tantangan berat khususnya di kalangan generasi muda yang tidak tertarik terhadap partai politik. Padahal jumlah komposisi pemilih muda khususnya kaum milenial di 2024 sudah dominan,” jelas Fahri Hamzah.
Pernyataan Fahri Hamzah terkait minat anak muda terhadap Partai Politik dibenarkan oleh Djayadi Hanan, Direktur Eksekutif Lembaga Survey Indonesia.
Djayadi Hanan mengatakan bahwa sebenarnya sudah banyak anak muda yang suka berbuat baik seperti menjadi relawan dan menciptakan perubahan.
- BSI Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa pada Peringatan HUT ke-18 Kabupaten Sigi
- LAZ Hadji Kalla Sunat 188 Anak Duafa di Buton Tengah
- PT Vale Gandeng Sekolah dan Pemerintah Tanamkan Kesadaran Lingkungan Sejak Dini
- Pertumbuhan Simpanan dan Kredit Tetap Tinggi, LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan
- BAMUSI Sulsel Gelar Zikir dan Doa Kebangsaan Peringati Haul Bung Karno dan Hari Asyura
Sayangnya, anak muda cenderung menjaga jarak dengan Partai Politik.
“Sekarang banyak anak muda yang ingin berbuat baik, menjadi relawan, ingin menciptakan perubahan. Mereka sukses walau tak pernah ikut organisasi. Tapi mereka masih menjaga jarak dengan parpol,” papar Djayadi Hanan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
