Sayangnya, Partai Politik mendapat tantangan besar karena generasi muda tidak teratarik untuk bergabung.
Hal ini sangat dikhawatirkan sebab jumlah pemilih mudah akan dominan pada Pemilu di tahun 2024 nanti.
“Parpol sebagai salah satu pilar penting dalam demokrasi justru saat ini mendapat tantangan berat khususnya di kalangan generasi muda yang tidak tertarik terhadap partai politik. Padahal jumlah komposisi pemilih muda khususnya kaum milenial di 2024 sudah dominan,” jelas Fahri Hamzah.
Pernyataan Fahri Hamzah terkait minat anak muda terhadap Partai Politik dibenarkan oleh Djayadi Hanan, Direktur Eksekutif Lembaga Survey Indonesia.
Djayadi Hanan mengatakan bahwa sebenarnya sudah banyak anak muda yang suka berbuat baik seperti menjadi relawan dan menciptakan perubahan.
- Wakil Ketua DPRD Gowa Tegaskan RDP Bukan Campuri Urusan Privat
- Berdiri Megah di Titik Nol Pembangunan, Tugu TMMD ke-128 Jadi Simbol Abadi Kemanunggalan TNI di Jeneponto
- Poltekpar Makassar Berdayakan Ibu-Ibu Sawundarek Raja Ampat melalui PKM Pariwisata Berkelanjutan
- Sinergi BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku dan Kejaksaan Dorong Perlindungan Pekerja Lebih Luas
- Reses Kedua, Anggota DPRD Makassar William Serap Aspirasi Warga Kecamatan Tallo
Sayangnya, anak muda cenderung menjaga jarak dengan Partai Politik.
“Sekarang banyak anak muda yang ingin berbuat baik, menjadi relawan, ingin menciptakan perubahan. Mereka sukses walau tak pernah ikut organisasi. Tapi mereka masih menjaga jarak dengan parpol,” papar Djayadi Hanan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
